Kemenperin: RI Jadi Pasar Otomotif Terbesar di Asia Tenggara

Senin, 16/07/2012

NERACA

Jakarta – Daya tahan Indonesia terhadap krisis ekonomi global dan pasar yang besar untuk industri otomotif menjadi salah satu poin yang menjadikan Indonesia dijadikan salah satu basis produksi otomotif setelah Thailand.

“Keadaan positif itu langsung direspons para prinsipal otomotif dunia dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi terpenting setelah Thailand,” kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, di Jakarta, Jumat (13/7).

Budi mengatakan Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. “Kestabilan makroekonomi nasional telah memicu peningkatan pendapatan per kapita menjadi sekitar US$3.400 pada tahun lalu dan mendorong tumbuhnya kelas menengah yang menjadi calon pembeli mobil pertama (first car owner) paling potensial. Pada saat yang sama, pemerintah merilis proposal proyek mobil hijau (low cost and green car/LCGC) yang ternyata menjadi daya tarik kalangan prinsipal untuk berinvestasi,” paparnya.

Beberapa prinsipal seperti Honda bahkan secara terang-terangan akan memproduksi Honda Brio yang ditargetkan menjadi cikal bakal mobil hijau untuk pasar domestik. “Mereka berkomitmen untuk menggunakan kandungan lokal hingga 80%,” ujarnya.

Budi menegaskan pemerintah mempersyaratkan produksi mobil dari dalam negeri menggunakan kandungan lokal dengan persentase yang sangat tinggi. “Dengan persyaratan itu, para produsen mobil diharapkan dapat meningkatkan belanja kebutuhannya di dalam negeri secara signifikan, sekaligus dapat mendorong proses alih teknologi sehingga kita bisa mandiri dari sisi power train,” tandasnya.

Sekedar informasi, dua prinsipal besar asal negeri Jepang menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya. Executive Vice President dan Representative Director Toyota Motor Corporation (TMC), Yukitoshi Funo mengungkapkan Toyota Motor Company (TMC) memastikan Indonesia menjadi basis produksi kedua di ASEAN setelah Thailand.

Yukitoshi Fino menjelaskan, Toyota pilih Indonesia sebagai basis produksi, selain berkonsentrasi menggarap pasar domestik juga mulai menggenjot ekspor. Untuk melakukan itu, Toyota memastikan investasi tambahan untuk pabrik Karawang 2 senilai 41,3 miliar yen atau setara Rp 4,8 triliun.

"Semula, investasi awal untuk pabrik Karawang 2 Rp26,3 miliar dengan kapasitas produksi 70.000 unit yang diwujudkan 2013. Kini, kami tambahkan 15 miliar yen sehingga kapasitas menjadi 120.000 unit (tambah 50.000 unit) dan dijadwalkan mulai produksi 2014," ujar Funo.

Dengan tambahan investasi ini, total kapasitas produksi Karawang 1 yakni 110.000 unit dengan Karawang 2 (120.000) adalah 230.000 unit per tahun. "Pabrik baru ini Toyota persiapkan khusus untuk model-model baru dan rencananya juga diekspor," lanjut Funo.

Sementara itu, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan segera membangun pabrik baru di Kawasan Industri Mitrakarawang, Desa Parungmulya, Jawa Barat. Pabrik kedua Honda mobil di Indonesia ini berkapasitas 120.000 unit per tahun dan membutuhkan investasi Rp3,1 triliun (27 miliar yen).

Pabrik berdiri di lahan seluas 512,5 hektar persegi dengan luas bangunan 97.575, 8 meter persegi. Lokasinya bersebelahan dengan pabrik pertama, sehingga total produksi Honda di Indonesia mencapai 180.000 unit (60.000 unit kapasitas pabrik pertama).

Komitmen investasi ini menjadikan Indonesia sebagai basis produksi Honda kedua di Asia Tenggara setelah Thailand. Hiroshi Kobayashi, Managing Officer, Chief Operating Officer, Regional Operations dan President dan CEO Asia Honda Motor Company Limited mengatakan, Indonesia sangat pentÍng bagi bisnis Honda secara global karena pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.

"Honda akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pabrik utama di samping Thailand dan India. Indonesia tak hanya memproduksi untuk pasar domestik tapi juga ekspor ke beberapa negara di Asia Oceania," ujar Hiroshi.

Presiden Direktur HPM Tomoki Uchida menambahkan, ekspansi pabrik dilakukan seiring dengan pertumbuhan pasar otomotif domestik Indonesia. Tahun ini, HPM menargetkan penjualan Honda di Indonesia bisa menembus 70.000 unit. "Meskipun Honda tak optimal tahun lalu karena keterbatasan pasokan komponen, pengaruh bencana alam di Jepang dan Thailand, kami percaya permintaan masih positif," papar Uchida.