Hingga Juni, Capex Sidomulyo Capai Rp 25,5 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten bidang jasa transportasi (forwarding) pengangkutan bahan kimia, PT Sidomulyo Selaras (SDMU) mengugkapkan, telah merealisasikan dana penawaran umum saham perdana (IPO) sebesar Rp25,557 miliar.

Direktur PT Sidomulyo Selaras, Erwin Hardiyanto mengatakan, penggunaan dana IPO untuk investasi pembelian armada, perbaikan infrastruktur serta modal kerja, “Penggunaan dana itu sesuai dengan prospektus perseroan dalam hal penggunaan dana ekspansi," katanya dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, laporan tersebut berdasarkan realisasi penggunaan dana hasil IPO itu untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2012. Dia juga menjelaskan, perseroan telah merealisasikan dana untuk pembelian armada senilai Rp16,348 miliar, perbaikan infrastruktur sebesar Rp2,540 miliar, dan modal kerja sebanyak Rp6,669 miliar.

Sebagai informasi, sebelumnya perseroan mengincar kontrak pengangkutan minyak mentah antara TAC Pertamina dengan PT Binawahana Petrindo Meruap (BWP Meruap) dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai US$17,5 juta.

Direktur Utama Sidomulyo Selaras, Tjoe Mien Sasminto pernah bilang, dengan meraih kontrak senilai US$ 17,5 juta akan menggenjot pertumbuhan pendapatan hingga 12% atau tumbuh Rp 110,34 miliar di 2012, “Sekarang sedang tender dan diharapkan bisa mendongkrak pendapatan perseroan,”ujarnya.

Dia juga menambahkan, jika perusahaan bisa memenangi tender tersebut, kontribusi kontrak baru terhadap pendapatan Sidomulyo bisa mencapai 30-45%. Selain itu, pada tahun depan ditargetkan pertumbuhan pendapatan bisa naik lebih tinggi lagi sebesar 13%.

Oleh karena itu, pada tahun 2013 perseroan akan membeli 100 armada yang nantinya dana tersebut akan berasal dari pinjaman. Asal tahu saja, perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 70 miliar yang akan digunakan sepanjang 2012.

Nantinya, dana tersebut akan dipakai di antaranya untuk membeli 100 unit armada dari China. Seperti diketahui, order armada yang pertama sudah 55 unit dan sekarang tinggal sisanya.

Kata Tjoe Min, dana yang digunakan untuk pembelian armada tersebut kata Tjoe Min, berasal dari sisa dana yang diperoleh saat penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp 32,18 miliar dan sisanya berasal dari kas internal perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Peran Teknologi Mampu Pangkas Disparitas Pendidikan

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital mempunyai nilai plus dan minus. Namun hal tersebut bagaimana kita menyikapinya. Begitu juga dengan dunia pendidikan,…

Hadir di Muslim Fashion Festival - BNI Syariah Tebar Beragam Promo Menarik

BNI Syariah menawarkan beberapa promo menarik dalam acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020. MUFFEST 2020 diselenggarakan di Cendrawasih Room dan…

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…