Penyaluran Pinjaman PIP Capai Rp382 Miliar - Mayoritas Realisasi Dana Investasi

NERACA

Tangerang---Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengungkapkan total realisasikan pinjaman yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp382 miliar selama semester I 2012 atau 19,1 % dari rencana total alokasi sebesar Rp2 triliun. "Dibanding dengan kinerja investasi pinjaman pada semester pertama tahun 2011, kinerja semester I tahun ini mengalami peningkatan 61 %," kata Kepala PIP, Soritaon Siregar di Tangerang, Sabtu.

Selama semester I 2011, total realisasi investasi pinjaman PIP mencapai Rp234 miliar. Pinjaman PIP selama semester I 2012 diberikan kepada pemerintah daerah sebesar Rp264,1 miliar dan untuk badan usaha baik milik negara maupun swasta Rp118,5 miliar.

Sementara untuk tahun 2011, penyaluran investasi pinjaman PIP terdiri dari pinjaman daerah sebesar Rp190 miliar dan pinjaman kepada badan usaha sebesar Rp44 miliar. Pinjaman pada tahun 2012 digunakan untuk memberi modal Pemerintah Kabupaten Muko Muko membangun rumah sakit daerah tipe C (Rp40,54 miliar), pembangunan pasar Masbagik, Lombok Timur (Rp34,04 miliar), pembangunan pasar dan pusat seni Karangasem Bali (Rp49,87 miliar), pembangunan dan pelebaran jalan di Bandar Lampung (Rp96 miliar).

Sementara badan usaha yang meminjam modal dari PIP adalah PT INKA (Persero) yang menggunakan Rp118,5 miliar untuk memproduksi gerbong kereta api.

Soritaon mengaku rasio realisasi investasi pinjaman memang masih kecil dibanding dengan total alokasi karena PIP terhambat oleh aturan bahwa lembaga tersebut tidak boleh merugi. Akibatnya PIP sulit menjadi agresif memberi pinjaman kepada pemerintah daerah dan badan usaha.

PIP merupakan badan layanan umum (BLU) yang memberi pinjaman kepada pemerintah daerah untuk membangun berbagai macam infrastruktur seperti rumah sakit, pasar dan jalan. Pemerintah daerah, dalam perjanjian pinjaman dengan PIP, harus mampu mengembalikan jumlah pokok pinjaman beserta bunga dalam jangka waktu yang ditentukan.

Sementara itu terkait dengan investasi geothermal, PIP telah menganggarkan dana sekitar Rp1,8 triliun atau 192 juta dolar AS untuk investasi geothermal di Indonesia pada semester II tahun 2012, kata Kepala PIP Soritaon Siregar. "Dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek geothermal tahap eksploitasi sebesar 132 juta dolar AS, dan 60 juta dolar untuk dua proyek yang masih berada di tahap eksplorasi," ungkapnya

Sementara di sisi lain, investasi geothermal, menurut Soritaon, sangat berisiko, hanya tiga dari 10 eksplorasi yang bisa dilanjutkan ke tahap eksploitasi. Dengan kondisi demikian, sangat sulit berharap pihak swasta dapat dengan mandiri mengembangkan bisnis energi tersebut.

Sementara untuk proyek pembangkit listrik tenaga mini hydro (PLTMH), PIP mengalokasikan dana sekitar Rp649 miliar yang akan dibagi kepada 29 pemohon pinjaman investasi. "Semua pemohon untuk proyek PLTMH adalah swasta karena nilainya terlalu kecil jika dikerjakan oleh badan usaha milik negara," pungkasnnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Mayoritas Saham Lippo Grup Ikut “Berguguran” - Buntut Kejahatan Korporasi

NERACA Jakarta – Penggeledahan ruah CEO Lippo Group, James Riady oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka pengembangan kasus dugaan suap…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Dorong Penetrasi Asuransi, Insurance Day Digelar di 18 kota

      NERACA   Jakarta - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyelenggarakan peringatan hari asuransi atau Insurance Day 2018. Perayaan…

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

OJK Ikut Bangun 1.000 Unit Hunian Sementara

    NERACA   Palu - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan siap membangun 1.000 unit hunian sementara…