Awal Pekan, IHSG Kembali Berpeluang Rebound

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 35,553 poin (0,89%) ke level 4.019,673. Sementara Indeks LQ45 melaju 6,319 poin (0,92%) ke level 687,180. Penguatan indeks BEI sendiri terjadi sejak perdagangan sesi I dan penguatan ini dipengaruhi aksi buru saham murah yang mendorong indeks terus menguat.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, penguatan indeks ditutup berkat menguatnya saham konsumer dan telekomunikasi, “IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan ini ditutup menguat, kenaikan didorong oleh menguatnya saham konsumer dan telekomunikasi,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, menguatnya indeks BEI didukung oleh sentimen positif dari bursa regional. Ternyata hasil produk domestik bruto (PDB) China pada kuartal ke-2 2012 yang lebih rendah dari perkiraan membuat pasar positif. Pasalnya, pertumbuhan PDB yang renda itu memberikan tekanan tersendiri bagi Perdana Menteri Cina untuk lebih agresig dalam menggelontorkan stimulus tambahan.

Berikutnya, indeks Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak "volatile" (mudah berubah) dengan kecenderungan menguat, “Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran 3.995-4.040 poin pada Senin awal pekan depan, “ungkapnya.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, transaksi di lantai bursa sedikit meningkat karena adanya transaksi tutup sendiri saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai Rp 562,5 miliar di pasar reguler oleh broker BNP Paribas Securities Indonesia (BW).

Tanpa transaksi tersebut, asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 43,414 miliar di pasar reguler. Dana asing keluar dari lantai bursa cukup banyak akibat transaksi tutup sendiri tersebut.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 88.276 kali pada volume 7,125 juta lot saham senilai Rp 4,557 triliun. Sebanyak 171 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MBLI) naik Rp 5.500 ke Rp 700.000, Century Textille (CNTX) naik Rp 1.200 ke Rp 7.200, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 1.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 23.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 18.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 14.700, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 21.5

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melesat 30,044 poin (0,75%) ke level 4.014,164. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,511 poin (0,80%) ke level 686,372. Saham-saham yang kemarin sudah terkena tekanan jual kini mulai diburu kembali. Tapi sayang saham-saham finansial malah terkoreksi.

Investor berburu saham-saham murah lapis dua, beberapa saham blue chip juga menjadi incaran. Investor asing kembali getol mengincar saham-saham yang kemarin sudah turun. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 44.046 kali pada volume 4,681 juta lot saham senilai Rp 2,957 triliun. Sebanyak 148 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 59.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 600 ke Rp 23.300, Multi Bintang (MBLI) naik Rp 500 ke Rp 695.000, dan Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 23.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 18.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 21.500, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 150 ke Rp 2.000, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 100 ke Rp 7.850.

Sementara pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 0,65 poin atau 0,02% ke posisi 3.984,77, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,16 poin (0,02%) ke level 681,03, “Belum ada kabar positif, IHSG dibuka menguat tipis setelah mengalami tekanan pada perdagangan hari sebelumnya," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Beberapa sentimen yang beredar saat ini, lanjut dia, yakni penurunan peringkat utang Italia oleh Moody's sebanyak dua level menjadi Baa2, serta dari domestik Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6,1% - 6,5% dari sebelumnya 6,3% - 6,7%.

Bursa regional di antaranya indeks Hang Seng menguat 36,50 poin (0,19%) ke level 19.016,61, indeks Nikkei-225 turun 4,22 poin (0,05%) ke level 8.715,79, dan Straits Times menguat 4,71 poin (0,17%) ke level 2.977,25. (bani)

BERITA TERKAIT

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/11) ditutup melemah sebesar 15,98 poin dipicu koreksi saham-saham sektor…

KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka

KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka NERACA Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto…

Kinerja Indeks Sri Kehati Tumbuh Di Atas IHSG

NERACA Jakarta - Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) sebagai pengelola Indeks SRI-Kehati merekomendasikan investasi pada reksa dana berbasis saham Kehati…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…