Peran Indonesia dalam G-20

Oleh : Prof. Firmanzah Ph.D

Staf Ahli Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Indonesia memiliki GDP nominal tahun 2011 sebesar US$ 854 miliar dan menempatkan negeri ini sebagai negara ke-16 ekonomi terbesar dunia. Besarnya ukuran GDP nominam Indonesia bahkan telah melampui sejumlah negara Eropa seperti Belanda. Keanggotaan Indonesia dalam forum G-20 memiliki banyak arti tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga sebagai wakil dari negara berkembang. Di tingkat ASEAN, Indonesia menjadi satu-satunya wakil dalam forum G-20 di saat ASEAN akan mengintegrasikan ekonomi kawasan dalam Asean Economy Community (AEC) 2015 dan bagian dari kawasan paling dinamis di dunia.

Kehadiran Indonesia dalam forum G-20 memberikan dampak positif untuk memberikan rasa "confidence" kepada para investor terkait potensi ekonomi Indonesia. Hal ini penting di saat Indonesia sedang melakukan akselerasi dan percepatan pembangunan infrastruktur di sejumlah bidang. Keterbatasan pembiayaan oleh APBN membuat pemerintah mengundang investor dalam dan luar negeri untuk terlibat dalam skema public private partnership (PPP). Forum G-20 merupakan media bagi Indonesia untuk mempromosikan potensi investasi infrastruktur.

Dalam forum itu juga terdapat forum business, dimana komunitas bisnis negara-negara G-20 saling melakukan penjajakan peluang bisnis. Dalam KTT G-20 di Los Cabos Meksiko, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan seruan untuk peningkatan kerjasama antara pemerintah dan dunia bisnis. Kemitraan strategis ini sangat dibutuhkan untuk segera keluar dari krisis di zona eropa dan mitigasi dampak krisis ke wilayah lain.

Di setiap forum G-20, kehadiran Indonesia juga mendapatkan perkembangan terkini atas ekonomi global. Tidak hanya membahas tentang upaya pemulihan krisis di zona eropa tetapi juga sebagai sumber informasi untuk pengambilan kebijakan ekonomi dalam negeri. Setelah KTT G-20 di Los Cabos Meksiko dan melihat bagaimana negara-negara Eropa masih merumuskan pemecahannya, pemerintah mengambil kebijakan untuk mendorong investasi, penguatan industri dan pasar domestik, serta diversifikasi pasar tujuan ekspor.

Sebagai wakil dari negara berkembang dalam forum G-20, Indonesia juga menyuarakan aspirasi negara berkembang. Terutama untuk mewujudkan balance-growth. Dibutuhkan kerjasama dan koordinasi yang lebih erat antar negara dan kawasan untuk membuat pertumbuhan ekonomi dunia disertai dengan pemerataan akses produksi ke negara berkembang. Negara berkembang perlu diberikan stimulan untuk bisa berperan lebih aktif dalam perdagangan dan investasi global.

Kedudukan Indonesia dalam forum G-20 telah mengubah landscape ekonomi dunia. Harapan dan ekspektasi negara lain terhadap peran Indonesia tidak hanya menjaga pertumbuhan domestik tetap tinggi tetapi juga ikut membantu menyeimbangkan hubungan antara negara maju-berkembang. Sehingga pertumbuhan ekonomi global tidak hanya menguntungkan negara maju tetapi negara berkembang dan negara miskin juga dapat berperan aktif dan terlibat secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.

BERITA TERKAIT

Peran Aktif Mahasiswa Dalam Pembangunan

  Oleh : Bambang Lintang Susatyo, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Beberapa hari ke depan, tepatnya tanggal 20…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Freeport Tak Perlu Negosiasi - Oleh Edy Mulyadi : Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Gaduh pemberitaan soal divestasi PT Freeport Indonesia (PT FI) publik jadi bingung. Para menteri yang merasa terkait dengan perkara ini…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…