Bank Korea Turunkan Suku Bunga

NERACA

Jakarta - Bank of Korea menurunkan suku bunganya untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Langkah ini mengisyaratkan tekanan yang menumpuk di negara berekonomi terbesar keempat di Asia tersebut dan bergabung denga gelombang baru pelonggaran kebijakan global.

Seorang pejabat media dikutip dari CNBC menyebutkan panitia kebijakan moneter bank sentral memangkas dasar suku bunga sebanyak 25 poin menjadi 3%. Ini merupakan pemangkasan pertama sejak Februari 2009 dan menjadi suku bunga terendah dalam setahun.

Hanya tiga dari 26 analis yang disurvey Reuters memprediksikan pemangkasan ini. Sementara yang lain melihat tidak ada perubahan meski gerakan bank sentral minggu lalu dari Eropa ke China untuk menurunkan suku bunga demi menahan perlambatan ekonomi.

Langkah ini mengakhiri pengetatan siklus bank sentral sejak Juli 2010 dan mengangkat suku bunga sebanyak 125 poin, jauh dari separuh pemangkasan 325 poin yang dilakukan pada 2008 – 2009 selama krisis keuangan global.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga menandatangani dua nota kesepahaman (memorandum of understanding) mengenai pengawasan perbankan lintas negara (cross border banking supervision) secara circular.

Penandatanganan nota kesepahaman masing-masing dilakukan dengan Chairman Australian Prudential Regulation Authority, John Laker, serta dengan Chairman Financial Services Commission Korea, Seok-Dong Kim, dan Gubernur Financial Supervisory Service Korea, Hyouk-Se Kwon. "Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pengawasan perbankan Indonesia diantaranya melalui peningkatan kerjasama dengan otoritas pengawas lembaga keuangan luar negeri agar pengawasan terhadap banking group yang beroperasi secara internasional menjadi semakin efektif," jelas Gubernur BI Darmin Nasution dalam siaran persnya beberapa waktu lalu

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…