Bakrieland Ajak Investor Cina Garap Industri di Kalimantan

Jumat, 13/07/2012

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) yaitu PT Bakrie Ecoinvesta akan mengajak mitra strategis asing berasal dari China untuk mengembangkan kawasan industri di Kalimantan. "Kami sedang mencari mitra strategis, salah satunya dari China,"kata Mantan Direktur Utama ELTY yang akan memimpin PT Bakrie Ecoinvesta, Hiramsyah Thaib, Kamis (12/7).

Kemudian dia menambahkan, pihaknya akan menjelaskan lebih detil untuk pengembangan kawasan industri tersebut pada bulan depan. Bakrie Ecoinvesta akan membangun lima kawasan industri di lima provinsi.

Kelima kawasan industri itu di Sumatra, dua di Jawa, satu di Kalimantan, dan satu di timur Indonesia. Salah satu kawasan yang sudah siap di Kalimantan Timur. Perseroan akan membangun kawasan industri bernama Trans Kalimantan Economic Zone dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 triliun di lahan seluas 30 ribu hektar.

Perseroan sedang menunggu legalisasi perizinan pembangunan dan pembentukan badan hukum perusahaan. Grup Bakrie pun akan memiliki 100% dalam proyek tersebut. Adapun pihaknya sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu investor asing. Beberapa investor asing yang sudah tertarik berasal dari Amerika Serikat, China, Jepang, India dan Korea Selatan.

Kinerja Bakrieland sendiri di tahun 2011, Bakrieland berhasil membukukan kenaikan penghasilan secara signifikan, yaitu melonjak 47,5% menjadi Rp 2 triliun dibandingkan penghasilan tahun 2010 sebesar Rp 1,4 triliun. Hal ini mendukung tercapainya laba kotor sebesar Rp 958,2 miliar di tahun 2011, atau meningkat sebesar 43,2% dibandingkan laba kotor tahun 2010 sebesar Rp 669,3 miliar.

Namun demikian, seiring dengan aktivitas Perusahaan pada pengembangan proyek-proyek baru yang berdampak pada kenaikan beban usaha menyebabkan Perusahaan mencatat penurunan laba usaha sebesar Rp 232,8 miliar di tahun 2011 dibandingkan Rp 241,7 miliar di tahun 2010. Laba bersih juga mengalami penurunan sebesar 64,47% menjadi Rp 74,75 miliar dari periode yang sama 2010 sebesar Rp 210,38 miliar.

City Property merupakan kontributor pendapatan terbesar bagi Bakrieland, yakni menyumbang sebesar Rp 1.143,9 miliar atau 56,7% dari total pendapatan Bakrieland. Sementara itu, Landed Residential memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 376,8 miliar atau 18,7% dari total pendapatan Bakrieland.

Sedangkan Hotels & Resorts dan Toll Road memberikan kontribusi pendapatan masing-masing sebesar Rp 406,9 miliar dan Rp 89,8 miliar atau berkontribusi sebesar 20,2%, dan 4,5% terhadap pendapatan Bakrieland.

Berdasarkan pencapaian Perusahaan di tahun 2011, Bakrieland optimis untuk mencapai target pertumbuhan penghasilan pada tahun 2012 sebesar 15% dari pencapaian penghasilan perusahaan pada tahun 2011 yang lalu.

Kinerja pilar-pilar bisnis Perusahaan baik melalui proyek yang sedang dikembangkan, diantaranya kawasan Sentul Nirwana dan kawasan Rasuna Epicentrum di Jakarta CBD, proyek baru yang dipasarkan dan mulai beroperasinya beberapa proyek besar dengan pendapatan berkelanjutan (recurring income) diharapkan akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian Perusahaan di tahun 2012 ini. Terlebih lagi, saat ini Bakrieland memiliki potensi sales backlog yang cukup besar, yakni lebih dari Rp 800 miliar. (didi)