Tuntutan IPO, Freeport Serahkan Ke Induk Usaha - Masih Dalam Kajian

NERACA

Jakarta – Desakan agar PT Freeport Indonesia segera melantai di pasar modal dalam negeri menjadi pembahasan utama pelaku pasar. Namun merespon kondisi tersebut, pihak PT Freeport Indonesia sendiri menyerahkan sepenuhnya rencana IPO kepada induk usahanya Freeport Mcmoran Cooper And Gold.

General Superintendent Corporate Comunication Freeport Indonesia Ramdhani Sirait mengatakan, induk usaha Freeport sedang mengkaji IPO dan hal tersebut menjadi salah satu opsi. "Seperti apa ke depannya IPO ini mungkin informasinya tidak akan banyak karena memang ini suatu opsi pertimbangan dan ini juga wewenang Freeport McMoRan,"katanya di Jakarta, Kamis (12/7).

Dia kembali menegaskan, PT Freeport Indonesia menyatakan wewenang divestasi saham melalui penawaran saham umum perdana (Initial Public offering/IPO) menjadi wewenang Freeport McmoRan Copper and Gold.

Ramdhani menambahkan, saham yang dikaji untuk dilakukan IPO adalah sebesar 9,36% saham divestasi dan Freeport Indonesia telah menawarkan saham tersebut kepada pemerintah pusat namun pemerintah pusat memberikan opsi pembelian tersebut ke pemerintah daerah."Kalau dari awal 9.36% sudah ditawarkan ke pemerintah pusat. Lalu pemerintah pusat memberikan ke daerah. Pemerintah daerah sudah menunjukkan ketertarikannya dan kita sedang lihat proses selanjutnya seperti apa,"ungkapnya.

Terkait penawaran saham Freeport pada pemerintah daerah, Papua telah menunjukan ketertarikan pada saham Freeport. Kata Ramdhani, pemda Papua sudah menunjukkan ketertarikannya dan saat ini menunggu proses selanjutnya. Soal target waktu, dia menegaskan belum ada target karena belum ada pembicaraan.

Sementara Direktur Utama Bahana Securities Eko Yuiantoro mengatakan, bila rencana IPO Freeport Indonesia terealisasi akan memberikan dampak positif ke bursa, “Bila Freeport masuk akan memberi dampak positif ke bursa saham,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini sektor pertambangan didominasi batu bara. Ini berarti, kalau ada sentimen negatif yang menimpa sektor batu bara, pasar akan langsung terimbas. Namun, bila Freeport masuk dan melakukan penawaran saham perdana akan memberi sentimen positif untuk bursa saham Indonesia. Alasannya, investor domestik nantinya dapat memiliki saham Freeport dan dapat menjaga kestabilan indeks saham. Kapitalisasi pasar Freeport pun akan besar di BEI.

Lebih Besar Dari BUMI

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito pernah bilang, IPO PT Freeport Indonesia sebaiknya dilakukan secepatnya. Pasalnya, bisa meningkatkan kapitalisasi pasar bursa dan juga menjadi incaran investor, “Kita menyarankan secepatnya IPO, namun untuk selanjutnya semua berada di tangan perusahaan," jelasnya

Dengan pencatatan saham Freeport Indonesia di pasar modal akan menjadikan perusahaan lebih transparan dalam melaporkan keuangannya seperti emiten yang sudah mencatatkan di papan BEI serta transparansi dalam operasional di Indonesia. Selain itu, pencatatan saham Freeport juga bisa mendapatkan pendanaan.

Hal sendaa juga disampaikan Direktur Penilai Perusahaan BEI Hoesen, jika PT Freeport Indonesia melaksanakan IPO jelas akan menambahkan nilai kapitalisasi di pasar modal. Namun besaran nilainya belum dapat dipastikan. "Bisa dua kali dari BUMI, mestinya lebih bagus," ujar Hoesen

Menurutnya, saat ini memang belum ada kelanjutan mengenai rencana itu. Namun dia berharap, dengan masuknya Freeport Indonesia sebagai perusahaan terbuka bisa menambah kapitalisasi pasar bursa Indonesia. "Realisasinya butuh persiapan, sekarang belum ada progress," kata Hoesen. (bani)

BERITA TERKAIT

Masih Banyak Perusahaan Publik Tak Peduli HAM - Studi FIHRRST

      NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST), salah satu organisasi masyarakat…

Dunia Usaha - RUU Desain Industri Dorong Daya Saing dan Akomodir Teknologi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan daya saing industri di Indonesia agar mampu kompetitif baik di lingkup pasar…

Sumbang 74%, Ekspor Produk Manufaktur Masih Melejit

NERACA Jakarta – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Mei 2019, sektor manufaktur mampu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Penjualan Terkoreksi 5,58% - Astra Terus Pacu Penjualan di Semester Kedua

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis otomotif di paruh pertama tahun ini memberikan dampak terhadap bisnis otomotif PT Astra International Tbk…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Kasus Hukum Menimpa Tiga Pilar - Investor Ritel Minta Kepastian Hukum

NERACA Jakarta – Kisruh sengketa manajamen PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) masih menyisakan masalah bagi para investor, khususnya investor…