Bergerak Tidak Wajar, Saham Taisho Dalam Pengawasan BEI

Pergerakan saham PT Taisho Pharmarceutical Indonesia Tbk (SQBI) dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi di luar kebiasaan dibandingkan dengan periode sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya ke BEI, Kamis (12/7). Disebutkan, BEI telah meminta konfirmasi kepada perseroan pada 9 Juli 2012. Saat ini BEI sedang menunggu jawaban resmi dari perseroan. Informasi terakhir yang dipublikasi BEI tentang perseroan pada 5 Juli 2012.

BEI mengharapkan para investor untuk memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya. Pada perdagangan kemarin pukul 13:40 WIB saham SQBI naik Rp43.000 ke Rp270.000 dengan volume 8 lot saham senilai Rp1,01 miliar sebanyak 7 kali transaksi. (bani)

BERITA TERKAIT

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

Royal Prima Lepas 2 Miliar Saham Ke Publik - Akusisi Rumah Sakit

NERACA Jakarta – Menyusul beberapa perusahaan rumah sakit yang lebih dahulu listing di pasar modal, tahun ini pihak BEI juga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…