Aset 5 Koperasi Kelas Dunia Capai Rp3,5 Triliun

Jumat, 13/07/2012

NERACA

Jakarta—Kementerian Koperasi UKM mengungkapkan ada sekitar 5 koperasi Indonesia yang layak menjadi pelaku ekonomi kelas dunia. Karena itu pemerintah akan mendaftarkan sebagai koperasi kelas dunia versi International Co-operative Alliance (ICA) yakni 300 Global Cooperative. "Kita memiliki setidaknya lima koperasi yang memiliki kriteria sebagai koperasi berskala dunia," kata Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan di Jakarta,12/7

Lima koperasi yang dimaksud adalah Koperasi Kospin Jasa Pekalongan yang memiliki aset Rp2,5 triliun, Koperasi Warga Semen Gresik Jawa Timur beraset Rp529 miliar, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp233,7 miliar, Koperasi Obor Mas dengan aset Rp200,8 miliar, dan Induk Koperasi Simpan Pinjam dengan total aset Rp33 miliar.

Lebih jauh Syarifuddin menambahkan pihaknya menargetkan di tiap daerah akan lahir lebih banyak koperasi percontohan yang nantinya bisa menjadi koperasi berskala dunia dengan prestasi yang baik sehingga mampu menyejahterakan anggota dan masyarakat di sekitarnya. "Kita juga patut berbangga sebagai warga koperasi, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui resolusinya nomor 64/136 telah mengakui bahwa peran koperasi khususnya Koperasi Indonesia sebagai organisasi usaha telah terbukti mampu menopang perekonomian dalam keadaan krisis ekonomi global," tambahnya

Dikatakan Syarifudin, koperasi khususnya di Indonesia juga telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran rakyat. "Revitalisasi koperasi saat ini merupakan salah satu program utama Pemerintah untuk menunjang perekonomian Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Hal itu juga didukung oleh PBB yang mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun koperasi dunia atau International Year Cooperative," cetusnya

Menteri mengaku bangga dengan perkembangan koperasi Indonesia yang makin baik dari tahun ke tahun. "Memasuki tahun ketiga RPJM 2009-2014, jumlah dan anggota koperasi di Indonesia terus meningkat signifikan, sampai akhir tahun ini saya perkirakan jumlahnya akan mencapai 200.000 unit," katanya.

Tercatat pada 2009 jumlah koperasi Indonesia sebanyak 170.411 unit dan pada 2010 sebesar 177.482 unit, selanjutnya pada 2011 telah mencapai 188.181 unit hingga sampai dengan pertengahan tahun 2012, koperasi Indonesia telah mencapai 192.443 unit dengan jumlah anggota sebanyak 33.687.417 orang. "Peningkatan jumlah koperasi ini didukung oleh Program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dan sinergi dengan DEKOPIN," tandasnya

Ditempat terpisah, Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menyatakan pemerintah harus mengedepankan pengembangan koperasi dan UKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional dan sesuai semangat UUD 1945. "Peran dan sikap pemerintah yang kerap menganakemaskan segelintir usaha besar, tak perlu lagi dipertahankan," katanya

Syahganda menegaskan pengusaha besar dengan jumlah 6000-an atau tak sampai satu persen dari seluruh pelaku usaha di Indonesia, mendapat kebebasan baik akses perbankan maupun perlindungan pemerintah. "Pemerintah hanya mau bekerja sama dengan usaha besar, walau risikonya mereka menjadi pengemplang pajak yang menyakitkan hati rakyat. Belum lagi, sifatnya yang begitu rentan oleh dampak krisis ekonomi hingga mengorbankan para pekerja," ujar Syahganda. **rin