Sosialisasi Ekonomi Syariah Perlu Dukungan Negara

NERACA

Jakarta—Langkah dan tindakan sosialisasi ekonomi syariah yang dilakukan masyarakat dinilai kurang efektif guna mendorong laju pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia. “Untuk itu dalam sosialisasi ekonomi syariah tak bisa pemerintah membiarkan begitu saja dan tanpa memberikan dukungan apapun,”kata Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES), Ikhwan Ridwan menjelang Konvensi Nasional Anggota (KNA) ke-6 PKES di Jakarta,12/7

Lebih jauh kata Ikhwan, sosialisasi ekonomi syariah tersebut kedepan memerlukan dukungan konkret negara berupa anggaran negara secara maksimal dan tidak setengah-setengah. Alasannya, selama ini sumbangan ekonomi syariah dalam mendorong sektor riil dan pertumbuhan perekonomian nasional sangat besar sekali .

Menurut Ikhwan, selama ini pertumbuhan dari lembaga keuangan syariah Indonesia sangat signifikan baik perbankan syariah, asuransi syariah, reksadana syariah, multi finance syariah, dan koperasi syariah. Jumlah mereka sangat banyak dan memberikan dukungan yang sangat besar bagi pengembangan sektor riil di Indonesia.

Dikatakan Ikhwan lagi, selain itu juga orientasi pengembangan ekonomi syariah juga selaras dengan kepentingan negara yang saat ini dalam melaksanakan program pro poor, pro jobs dan pro growth. Sekali lagi, katanya, dukungan pemerintah terhadap sosialisasi ekonomi syariah sangat dibutuhkan jika ingin perekonomian nasional bisa sejajar dengan negara-negara maju.

Selain tentang reposisi PKES, lanjut Ikhwan, dalam KNA nantinya ada wacana tentang perubahan nama PKES menjadi nama lain. Alasannya melihat realitas yang ada dan pengembangan ekonomi syariah berdampak pada sektor riil yang ada.

Dikatakan Ikhwan, industri yang bergerak di sektor riil sangat banyak sekali, seperti industri produk halal dan industri media, maka sangat perlu juga mengubah nama PKES menjadi nama lain untuk mampu menampung mereka dan sekaligus mensinergikan menjadi satu kekuatan dalam mengembangkan ekonomi syariah yang sesuai dengan ranah budaya Nusantara.

Pembahasan perubahan nama PKES bukan kali ini saja, di KNA periode sebelumnya juga sudah sering didengungkan oleh para anggota lainya melihat dinamika masyarakat yang ada selama ini. Realitas inilah mungkin akan diangkat juga dalam pembahasan KNA PKES ke-6 sehingga sosialisasi ekonomi syariah di Indonesia terus berkembang dengan pesat. “Kami berharap harapan ini bisa terwujud dan bisa terintegrasi,”papar Ikhwan.

Sementara terkait dengan KNA PKES, Ketua Umum PKES, Subarjo Joyosumarto, mengatakan, dalam KNA besok akan dilakukan reposisi organisasi PKES dan sekaligus penajaman program-program sosialisasi ekonomi syariah. “Dinamika masyarakat dan perkembangan industri keuangan syariah yang terus berkembang pesat, maka strategi-strategi program PKES harus dibuat secara taktis,”tuturnya.

Selain itu pula, kata Subarjo, PKES harus bisa menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat dan para anggota PKES. Untuk menerjemahkan konsep tersebut, dalam reposisi PKES yang dibahas di KNA, para Dewan Pengurus PKES adalah ketua-ketua yang saat ini memimpin stakeholders. “Reposisi organisasi inilah yang akan dilakukan di KNA PKES sekaligus membuat program yang spektakuler dalam sosialisasi sehingga ekonomi syariah mampu membumi di masyarakat,”tuturnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Proses Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Harus Selaras

Fauzi Aziz, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri Transformasi Indonesia memang tidak bisa lepas dari proses politik, proses ekonomi dan proses…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

Bank Banten Jalin Kerjasama dengan Tokopedia

NERACA Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menjalin kerja sama dengan PT Tokopedia dalam hal kemitraan strategis…