Pembiayaan Bank Syariah Naik Hingga Rp15 T - Prediksi Akhir 2012

NERACA

Jakarta-- Pembiayaan industri keuangan syariah diperkirakan mengalami peningkatan hingga Rp15 triliun pada tahun 2012. Alasanya, peningkatan terjadi karena adanya pemberlakuan aturan batas uang muka kredit (loan to value ratio) kendaraan bermotor bagi industri keuangan konvensional. "Dengan adanya aturan uang muka kredit kendaraan bermotor bagi perbankan konvensional, maka pembiayaan bank syariah akan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman," kata ekonom perbankan syariah, Adiwarman Azwar Karim di Jakarta

Lebih jauh kara Adiwarman, sebelum Peraturan Bank Indonesia dan Menteri Keuangan mengenai uang muka kredit kendaraan bermotor di industri keuangan konvensional diberlakukan, batas uang muka kredit kendaraan bermotor pada perbankan konvensional hanya 5% dari total harga kendaraan. Sedangkan perbankan syariah menawarkan sebesar 10%-15%.

Saat aturan diterapkan maka batas uang muka kredit kendaraan bermotor di industri keuangan konvensional menjadi 25% bagi kendaraan roda dua, 30% bagi kendaraan roda empat untuk kegunaan non produktif, dan 20% bagi kendaraan roda empat untuk tujuan penggunaan produktif.

Menurut Adiwarman, aturan uang muka itu akan membuat masyarakat beralih kepada pembiayaan perbankan syariah untuk mendapatkan dana pembiayaan kendaraan bermotor.

Adiwarman berharap perbankan syariah bisa memanfaatkan peluang pembiayaan ini dengan baik. Caranya dengan mempersiapkan infrastruktur yang memadai beserta manajemen kerja yang baik.

Bahkan Adiwarman memperkirakan melonjaknya permintaan pembiayaan nantinya tidak mengakibatkan meningkatnya pembiayaan bermasalah. "Perlu adanya manajemen risiko pembiayaan yang baik dari masing-masing perbankan syariah, jangan sampai permintaan meningkat, tapi pembiayaan bermasalah ikut meningkat," jelasnya.

Adiwarman mengutarakan perbankan syariah juga perlu memperkuat likuiditasnya dalam hal ini dana pihak ketiga untuk memenuhi permintaan pembiayaan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kerahkan 300 Karyawan, Amar Bank Bangun 20 Rumah Layak Huni

    NERACA   Bogor - PT Bank Amar Indonesia Tbk mengerahkan karyawannya untuk terjun langsung ke masyarakat dan membantu…

Sompo Insurance Kenalkan Produk Travel First Indonesiana

    NERACA   Jakarta – Sompo Insurance Indonesia (SII) menjadi satu-satunya mitra asuransi perjalanan resmi pada ASTINDO Travel Fair…

BUMN Tunggu Regulasi untuk Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya

  NERACA Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menunggu dukungan regulasi dari dua lembaga untuk menyelesaikan pembayaran…