Bahana Securities Kebanjiran Tangani IPO Tiga BUMN

NERACA

Jakarta – Keyakinan pelaku pasar bila di semester kedua masih akan diramaikan perusahaan yang akan IPO atau menerbitkan obligasi, menjadi berkah bagi PT Bahana Securities yang masih kebanjiran tawaran untuk menjadi penjamin emisi.

Diretur Utama PT Bahana Securities Eko Yuliantoro mengatakan, pihaknya telah mendapat mandat sebagai penjamin pelaksana emisi dua Badan Usaha Milik Negera (BUMN), serta satu anak usaha BUMN, “Saya berharap seluruh BUMN ini bisa listing sebelum November 2012, karena masing-masing ada time tablenya,”katanya di Jakarta, Kamis (12/7).

Meski tidak menyebut nama-nama perusahaan negera tersebut, dia menegaskan, Bahana bersama tim di Kementerian BUMN tengah mengatur jadwal pelaksanaan IPO. Ini penting agar tidak terjadi bentrok pada saat periode penawaran umum. "Memang harus diatur jadwalnya. Saat ini yang sudah kick off ada tiga. Ada BUMN dan anak usaha," jelasnya.

Menurut Eko, detail pelaksanaan listing masih menunggu kesiapan internal serta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Berapanya juga masih tergantung parlemen, namun yang ideal (jeda) waktu window-nya sekitar dua minggu," pungkasnya.

Sebelumnya, Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu A Djajanto menerangkan dua perusahaan plat merah siap IPO 2012. Pertama, PT Semen Baturaja. Anak usaha PT Semen Gresik Tbk ini berniat menjual 35% sahamnya kepada publik. Target dana yang perseroan akan raih Rp 1,2 triliun.

Hasil IPO digunakan untuk ekspansi perluasan pabrik dan peningkatan kapasitas produksi. Untuk ekspansi produksi mencapai 2 juta ton, dan ekspansi pabrik memiliki kemampuan tambahannya sampai 1,5 juta ton.

BUMN kedua yang bersiap IPO adalah PT Waskita Karya. Pelepasan saham terlaksana pada triwulan IV-2012 dengan targer dana Rp 750-900 miliar. Selain itu, Pandu menyebut calon kuat anak usaha BUMN lain yang siap IPO adalah PT Aerowisata Catering Services, serta anak usaha PT PLN yakni PLN Batam serta anak usaha PT Pertamina, PT Pertamina Drilling Services Indonesia. (didi)

BERITA TERKAIT

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BUMN Memburuk di Tahun Politik

  Oleh: Djony Edward Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak zaman Orde Lama sudah mendapat julukan sapi perahan. Bahkan BUMN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…