Akhir Pekan, IHSG Masih Dirundung Sentimen Negatif

NERACA

Jakarta – Melemahnya pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal perdagangan terus berlanjut hingga penutupan perdagangan. Indeks BEI Kamis kemarin ditutup turun 9,475 poin (0,24%) ke level 4.009,659.

Rupanya kabar Bank Indonesia (BI) mengumumkan BI Rate masih dilevel 5,75% belum mampu memberikan sentimen positif. Pasalnya, kuatnya sentimen negatif melemahnya pasar global memaksa indeks BEI ditutup di zona merah.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, anjloknya indeks BEI mengikuti sentimen negatif dari regional, “Sentimen negatif berasal dari pernyataan the Fed melalui FOMC (Federal Open Market Committee) terkait stimulus tambahan yang tidak terlalu memuaskan pasar,”katanya di Jakarta, Kamis (12/7).

Dia menambahkan, hasil dari pertemuan bulan Juni lalu, FOMC mengungkap hanya sebagian petinggi the Fed yang mengatakan bank sentral kemungkinan melakukan kebijakan tambahan untuk mendorong lapangan pekerjaan dan target inflasi.

Berikutnya, dia memproyeksikan IHSG Jum’at akhir pekan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah dan indeks BEI sendiri akan bergerak di kisaran 3.934 - 4.010 poin. Asal tahu saja, pada perdagangan kemarin saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas menjadi yang paling banyak dilepas investor. Seluruh sektor terkena koreksi, dipimpin oleh saham-saham tambang.

Aksi jual langsung marak sejak pembukaan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan kemarin. Hanya sektor infrastruktur yang berhasil naik ke zona hijau meski hanya menguat tipis. Investor lokal paling getol ambil untung kemarin dan Posisi terendah indeks di 3.963,469.

Investor asing mulai ambil untung setelah kemarin akumulasi saham. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 157,005 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 112.047 kali pada volume 6,886 juta lot saham senilai Rp 4,086 triliun. Sebanyak 73 saham naik, sisanya 199 saham turun, dan 76 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 45.000 ke Rp 272.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 7.400, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 50.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 14.900, dan Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 22.300.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup anjlok 43,257 poin (1,08%) ke level 3.975,876. Sementara Indeks LQ45 ambles 9,777 poin (1,42%) ke level 679,294. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 63.038 kali pada volume 4,295 juta lot saham senilai Rp 1,955 triliun. Sebanyak 49 saham naik, sisanya 202 saham turun, dan 73 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 43.000 ke Rp 270.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 500 ke Rp 16.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 100 ke Rp 7.350, dan Modern International (MDRN) naik Rp 90 ke Rp 780.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 58.600, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 37.150, Succaco (SCCO) turun Rp 500 ke Rp 4.400, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 15.000.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun 5,97 poin atau 0,15% ke posisi 4.013,16, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,53 poin (0,22%) ke level 687,54, “Bursa Asia dibuka 'mixed' dengan kecenderungan melemah seiring koreksi yang terjadi di bursa AS kemarin," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, pasar juga mengantisipasi rilis data produksi industri Uni Eropa dan produk domestik bruto (GDP) kuartal II 2012 China yang akan dirilis Jum’at akhir pekan ini. Sementara, analis Sinarmas Sekuritas Jeff tan mengatakan, pada perdagangan Kamis secara teknikal indeks BEI sempat diperkirakan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat pada kisaran 3.980-4.050 poin.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 339,36 poin (1,75%) ke level 19.080,51, indeks Nikkei-225 turun 85,62 poin (0,97%) ke level 8.765,38 dan Straits Times meLEMAH 18,71 poin (0,59%) ke level 2.971,87. (bani)

BERITA TERKAIT

Arus Balik Tol Tangerang –Merak Diprediksi Akhir Pekan Ini

NERACA Tangerang – Meskipun libur panjang lebaran telah usai pada Kamis (21/6), namun menurut manajemen PT Marga Mandalasakti (ASTRA Tol…

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…