Nasabah Pegadaian Naik Sekitar 20%

Jelang Ramadhan

Jumat, 13/07/2012

NERACA

Jakarta---Menjelang datangnya Ramadhan, jumlah nasabah yang menggunakan jasa Pegadaian naik mencapai sekitar 20%. Ditambah lagi dengan adanya libur panjang sekolah dan Hari Raya Idul Fitri. "Ini siklus seperti biasanya. Kebetulan liburan sekolah hampir bersamaan dengan puasa dan lebaran," kata Direktur Utama Pegadaian Suwhono di Jakarta,Kamis/12/7

Suwhono mengungkapkan peningkatan nasabah Pegadaian di Makassar sudah mencapai 30%. Kenaikan ini dilatarbelakangi ketergantungan masyarakat Makassar dan Manado akan Pegadaian. "Kan Makassar dan Manado itu pegadaian 'minded'. Tapi saya akan mengamati detail kenaikannya," terangnya

Lebih jauh Suwhono menambahkan, kebanyakan nasabah menggadaikan emas perhiasan dalam kadar 10 gram. Selanjutnya, nasabah tersebut mulai menebus perhiasannya usai lebaran. “Karena kita optimistis jumlah nasabah Pegadaian akan meningkat menjelang liburan akhir tahun,” ucapnya.

Menyoal omzet pegadaian dalam enam bulan pertama 2012, ia memproyeksikan sudah mencapai 50% dari target hingga akhir tahun sebesar Rp110 triliun. Hingga Mei 2012, omzet BUMN jasa ini sekitar Rp40 triliun. "Ramainya karena ada liburan sekolah di mana biasanya masyarakat membutuhkan dana untuk keperluan tersebut," urainya.

Sepanjang tahun ini, Pegadaian menargetkan laba Rp2,2 triliun. Peningkatan laba ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan baik konvensional maupun syariah.

Beberapa hari lalu, Direktur Bisnis II PT Pegadaian, Wasis Johar sempat mengungkapkan PT Pegadaian menargetkan penyaluran kredit menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2012 sebesar Rp9 triliun dari target satu tahun Rp110 triliun. “Realisasi penyaluran kredit sampai Mei sudah mencapai 40% dari target Rp110 triliun,” ujarnya di Malang, Jawa Timur,

Target kredit tersebut meningkat sebesar Rp16 triliun jika dibandingkan dengan 2011 yang hanya Rp94 triliun. Hal itu terjadi karena ada kecenderungan peningkatan volume transaksi hampir di semua kantor cabang.

Wasis mematok target Rp9 triliun selama Ramadan karena diprediksi bakal terjadi peningkatan kredit untuk keperluan tambahan modal usaha makanan dan roti saat Lebaran. "Target kredit selama Ramadan sama dengan penyaluran kredit untuk kepentingan pendidikan tahun ajaran baru 2012 pada Mei-Juni yang juga mencapai Rp9 triliun," tegasnya.

Untuk kredit keperluan pendidikan itu terjadi peningkatan dibandingkan dengan hari biasa yang hanyaRp 8 triliun. Sejauh ini, lanjut Wasis, sekitar 93% agunan adalah emas. Selain itu juga ada agunan traktor, seperti dilakukan oleh petani di Banyumas, Jawa Tengah. Sedangkan warga Brebes biasanya mengagunkan pompa air saat musim hujan."Selebihnya agunan berupa barang elektronik," pungkasnya. **cahyo