Dituntut Transparansi, Freeport Indonesia Didesak IPO

Bisa Lebih Besar Dari BUMI

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Jakarta – Meskipun belum ada rencana pasti, PT Freeport Indonesia bakal mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Namun rencana tersebut masih ditunggu PT Bursa Efek Indonesia dan bahkan didesak untuk segera melantai.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, IPO PT Freeport Indonesia sebaiknya dilakukan secepatnya. Pasalnya, bisa meningkatkan kapitalisasi pasar bursa dan juga menjadi incaran investor, “Kita menyarankan secepatnya IPO, namun untuk selanjutnya semua berada di tangan perusahaan," katanya di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya, dengan pencatatan saham Freeport Indonesia di pasar modal akan menjadikan perusahaan lebih transparan dalam melaporkan keuangannya seperti emiten yang sudah mencatatkan di papan BEI serta transparansi dalam operasional di Indonesia. Selain itu, pencatatan saham Freeport juga bisa mendapatkan pendanaan.

Sementara Direktur Penilai Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan jika PT Freeport Indonesia melaksanakan IPO jelas akan menambahkan nilai kapitalisasi di pasar modal. Namun besaran nilainya belum dapat dipastikan. "Bisa dua kali dari BUMI, mestinya lebih bagus," ujar Hoesen

Menurutnya, saat ini memang belum ada kelanjutan mengenai rencana itu. Namun dia berharap, dengan masuknya Freeport Indonesia sebagai perusahaan terbuka bisa menambah kapitalisasi pasar bursa Indonesia. "Realisasinya butuh persiapan, sekarang belum ada progress," kata Hoesen.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyambut baik rencana PT Freeport Indonesia untuk mencatatkan sahamnya dipasar modal dalam negeri, disambut baik oleh Badan Pengawas. Hanya saja, Bapepam-LK mengaku belum ada pembicaraan tersebut.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan pernah mengatakan, pihaknya belum menerima rencana Freeport Indonesia IPO, “Belum ada pembicaran semua perusahaan yang mau masuk IPO, harus kontrak pendahuluan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) baru ke Bapepam-LK,” katanya.

Menurutnya, Bapepam-LK akan terbuka kepada perusahaan apapun yang hendak melantai di pasar modal. Sebagaimana diketahui sebelumnya, PT Freeport Indonesia membuka opsi untuk melepas sebagian saham ke publik. Opsi pelepasan saham perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu berpotensi dilakukan melalui penawaran umum perdana IPO.

Jika opsi tersebut terealisasi, target dana IPO diperkirakan bisa menembus US$1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Namun, manajemen Freeport menegaskan bahwa opsi itu masih terlalu dini. “Belum, itu masih jauh. Sampai persiapan juga belum,” kata Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto. (didi)