Dituntut Transparansi, Freeport Indonesia Didesak IPO - Bisa Lebih Besar Dari BUMI

NERACA

Jakarta – Meskipun belum ada rencana pasti, PT Freeport Indonesia bakal mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Namun rencana tersebut masih ditunggu PT Bursa Efek Indonesia dan bahkan didesak untuk segera melantai.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, IPO PT Freeport Indonesia sebaiknya dilakukan secepatnya. Pasalnya, bisa meningkatkan kapitalisasi pasar bursa dan juga menjadi incaran investor, “Kita menyarankan secepatnya IPO, namun untuk selanjutnya semua berada di tangan perusahaan," katanya di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya, dengan pencatatan saham Freeport Indonesia di pasar modal akan menjadikan perusahaan lebih transparan dalam melaporkan keuangannya seperti emiten yang sudah mencatatkan di papan BEI serta transparansi dalam operasional di Indonesia. Selain itu, pencatatan saham Freeport juga bisa mendapatkan pendanaan.

Sementara Direktur Penilai Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan jika PT Freeport Indonesia melaksanakan IPO jelas akan menambahkan nilai kapitalisasi di pasar modal. Namun besaran nilainya belum dapat dipastikan. "Bisa dua kali dari BUMI, mestinya lebih bagus," ujar Hoesen

Menurutnya, saat ini memang belum ada kelanjutan mengenai rencana itu. Namun dia berharap, dengan masuknya Freeport Indonesia sebagai perusahaan terbuka bisa menambah kapitalisasi pasar bursa Indonesia. "Realisasinya butuh persiapan, sekarang belum ada progress," kata Hoesen.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyambut baik rencana PT Freeport Indonesia untuk mencatatkan sahamnya dipasar modal dalam negeri, disambut baik oleh Badan Pengawas. Hanya saja, Bapepam-LK mengaku belum ada pembicaraan tersebut.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan pernah mengatakan, pihaknya belum menerima rencana Freeport Indonesia IPO, “Belum ada pembicaran semua perusahaan yang mau masuk IPO, harus kontrak pendahuluan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) baru ke Bapepam-LK,” katanya.

Menurutnya, Bapepam-LK akan terbuka kepada perusahaan apapun yang hendak melantai di pasar modal. Sebagaimana diketahui sebelumnya, PT Freeport Indonesia membuka opsi untuk melepas sebagian saham ke publik. Opsi pelepasan saham perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu berpotensi dilakukan melalui penawaran umum perdana IPO.

Jika opsi tersebut terealisasi, target dana IPO diperkirakan bisa menembus US$1,5 miliar atau sekitar Rp 13,5 triliun. Namun, manajemen Freeport menegaskan bahwa opsi itu masih terlalu dini. “Belum, itu masih jauh. Sampai persiapan juga belum,” kata Presiden Direktur Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto. (didi)

BERITA TERKAIT

Pasarnya Cukup Menjanjikan - Minat Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Besar

NERACA Jakarta – Meskipun butuh proses panjang, minat pemerintah daerah untuk menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond cukup besar. Apalagi,…

Pesantren Diyakini Bisa Cetak Wirausaha Industri Modern

NERACA Jakarta – Pondok pesantren mempunyai potensi besar dalam mendorong pertumbuhan wirausaha industri baru di Indonesia. Kementerian Perindustrian meyakini, selain…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lima Emiten Belum Bayar Listing Fee

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah emiten yang mengalami gangguan keberlangsungan usaha atau going concern dan berakibat tidak mampu…

Rayakan Imlek - Kobelco Berikan Special Promo Konsumen

NERACA Jakarta - Rayakan Imlek 2570, PT Daya Kobelco Construction Machinery Indonesia (DK CMI),  menggelar  customer gathering dari seluruh Indonesia.…

WSBP Pangkas Utang Jadi Rp 4,7 Triliun

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menerima pembayaran termin pada Januari 2019 yang digunakan perseroan untuk pelunasan pinjaman perseroan.…