Pemkot Batam Minta Klarifikasi Terkait Rencana IPO PLN

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Batam – Rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Batam menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO), dipermasalahkan oleh pemerintah kota Batam. Alhasil, pemkot Batam meminta penjelasan rencana aksi korporasi tersebut.

Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, indealnya rencana PLN untuk IPO harus memberitahukan dahulu kepada pemerintah daerah,”Kita minta penjelasan rencana IPO Batam yang hingga kini belum mendapat informasi resmi dari perusahaan tentang rencana IPO,”katanya di Batam, Rabu (11/7).

Selain itu, Wali Kota juga meminta penjelasan dan ketegasan PLN Batam tentang pelayanan publik, jika sudah menjadi perusahaan terbuka. Pasalnya, PLN harus melayani kebutuhan masyarakat dan tidak hanya bisnis.

Menurut Wali Kota, UU Ketenagalistrikan yang baru memberikan pemerintah kota kewenangan lebih atas PLN Batam, terutama terkait penetapan tarif. Karena itu, seharusnya PLN mendiskusikan rencananya kepada pemerintah. "Apalagi kenaikan tarif dilimpahkan ke daerah," kata dia.

Asal tahu saja, PT PLN Batam berencana IPO pada November 2012. Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadiputra pernah bilang, saat ini anak perusahaan PLN Persero ini tengah mempersiapkan pengadaan lembaga penunjang IPO (initial public offering) tersebut.

Dalam pelaksanaan IPO tersebut, perseroan sudah mengundang empat BUMN sekuritas sebagai penjamin, antara lain PT Bahana Securities, PT BNI securities, PT Danareksa Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Diharapkan pada pekan kedua Juli, pemimpin penjamin emisi (lead underwriter) sudah terpilih.

Cari Penasihat Keuangan

Selain itu, PLN Batam tengah mencari penasihat keuangan (financial advisor) yang akan mengkaji persentase dan jumlah saham yang dilepas serta waktu pelaksanaan IPO tersebut. Nantinya, perseroan akan menggunakan buku Juni 2012 dan dana hasil IPO sendiri akan digunakan untuk membiayai rencana proyek pembangunan di Batam.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PT PLN Batam Setio Anggoro Dewo pernah bilang, rencana PLN Batam IPO masih mempertimbangkan kondisi pasar, "Rencana IPO masih mempertimbangkan kondisi pasar,”paparnya.

Sepanjang 2010, PT PLN Batam mencatatkan pertumbuhan ekuitas sekitar 165,5% menjadi Rp1,196 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp450 miliar. Pendapatan usaha dibukukan meningkat 11,87% menjadi Rp1,613 triliun dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp1,457 triliun, yang disumbangkan oleh pertumbuhan natural berupa peningkatan jumlah pelanggan, peningkatan daya tersambung, dan kWh penjualan serta pelaksanaan program pemasaran untuk meningkatkan pendapatan.

Sementara untuk laba bersih pada 2010 tercatat kenaikan signifikan sebesar 184,41% dari Rp74,315 miliar menjadi Rp137,046 miliar. Maka dengan demikian, Kementerian BUMN memastikan ada empat BUMN yang dinyatakan siap untuk melangsungkan IPO tahun ini, yaitu PT Semen Baturaja Persero, PT Waskita Karya Persero, PT Pegadaian Persero, serta PT PLN Batam. Semen Baturaja berencana melepas 30% sahamnya ke publik. Sementara Waskita Karya akan melepas sekitar 30-35%. (ant/bani)