Bangun Budget Hotel, Gading Development Siapkan Dana Rp 60 Miliar - Kinclongnya Bisnis Hotel

NERACA

Jakarta - PT Gading Development Tbk (GAMA) berencana membangun hotel budget dengan nilai investasi senilai Rp 60 miliar. Nantinya perseroan akan membangun hotel budget di Cirebon Jawa Barat yang akan terdiri dari 150 kamar.

Presiden Direktur Gading Development Henry Kembaren mengatakan, rencana pembangunan hotel budget itu seiring dengan pertumbuhan bisnis hotel yang sangat pesat di Indonesia. "Kita melihat pertumbuhan bisnis hotel pesat. Bangun hotel di Cirebon sangat cocok, selain untuk wisata dan transit Cirebon juga menjadi tujuan bisnis para investor," katanya di Jakarta, Rabu (11/7).

Menurutnya, hotel budget selain di Cirebon juga akan dibangun di Solo Jawa tengah. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan lahan seluas 80 hektar untuk membangun hotel budget tersebut dengan target pembangunan diperkirakan selama satu tahun.

Lebih lanjut Henry mengungkapkan, sumber pandanaan untuk membangun hotel budget tersebut akan diambil dari hasil IPO perseroan. Selain itu, perseroan juga berencana membangun apartemen di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Apartemen yang akan di bangun ini nantinya akan memiliki 700 unit.

Kata Henry, pesatnya pertumbuhan properti yang pesat akhir-akhir ini menjadi alasan mengapa perseroan membangun apartemen di Kelapa Gading. Untuk rencana pembangun apartemen tersebut, dia mengaku pihaknya sedang dalam proses pembicaraan dengan pihak kontraktor.

Namun Henry belum bisa menyebutkan berapa dana investasi yang akan dikeluarkan dari pembangunan apartemen di Kelapa Gading itu. "Dan investasinya masih kami hitung dan kami berharap dalam waktu beberapa minggu kedepan sudah bisa ketahuan dan diumumkan," ungkapnya..

Perseroan juga mengincar dana segar Rp 420 miliar dari rencana melepas sekitar 4 miliar saham atau 39,98% dari modal ditempatkan dan disetor penuh melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Terbitkan Waran

Bersamaan dengan itu juga ditawarkan sebanyak dua miliar waran seri I yang menyertai saham biasa atas nama atau sebanyak 3,31% terhadap keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pernyataan pendaftaran penawaran umum disampaikan.

Waran seri I diberikan cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan penawaran umum yang dilakukan penjamin pelaksana efek pada tanggal penjatahan.

Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap satu waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun.

Waran seri I itu adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp 100 setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan Rp 105, yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan, yaitu mulai 11 Januari 2013 hingga 16 Juli 2015.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).Perseroan juga menunjuk beberapa penjamin efek yakni PT Bumiputera Capital Indonesia, PT Danasakti Securities, PT HD Capital Tbk, PT Lautandhana Securindo, PT Minna Padi Investama Tbk, PT Panca Global Securities Tbk, PT Reliance Securities, PT Woori Securities Tbk , dan PT Yulie Sekurindo Tbk.

Bayar Utang

Hasil dana IPO perseroan digunakan sekitar Rp 95,874 miliar atau 23,97% sebagai pembayaran utang kepada Palazzo Properti Holding Ltd. (terafiliasi). Perseroan dengan Palazzo telah menyepakati settlement agreement di 31 Desember 2011 hingga periode jatuh tempo di 5 Desember 2012. Perjanjian ini bertujuan untuk investasi pada SAM yang merupakan entitas anak perseroan.

Selain itu, hasil IPO sekitar 32,5% atau Rp 130 miliar digunakan sebagai pembayaran kewajiban kepada PT AB Sinar Mas Multifinance, kemudian pembayaran kepada Bank Sinarmas sekitar Rp 13,51 miliar, serta Rp 50 miliar atau 12,5% sebagai pembayaran kewajiban kepada Bank Central Asia (BCA).

Alokasi dana penawaran saham Rp 50 miliar sebagai peningkatan modal di PT Gading Hotel & Resort, yang kemudian dipinjamankan kepada PT Graha Kirana Indonesia (GKI) sebagai biaya pembangunan Zes’t Hotel di Cirebon. Sisanya sekitar 0,15% sebagai penambalan modal kerja perseroan dan 15% sebagai peningkatan modal di PT Swakarsa Adimanunggal (SAM). (didi)

BERITA TERKAIT

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Bukalapak Rilis Tujuh Produk Reksa Dana Baru

NERACA Jakarta - Melihat tingginya minat investor terhadap produk reksa dana yang tersedia di BukaReksa, kini Bukalapak kembali menghadirkan tujuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…