Bangun Dua Pabrik Baru, Sampoerna Buka 8.400 Lapangan Kerja

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Jakarta – Emiten produsen rokok, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meresmikan dua pabrik rokok baru di Probolinggo dan Lumajang, Jawa Timur Rabu kemarin. Peresmian sekaligus perayaan 99 tahun Sampoerna berdiri di Indonesia.

Presiden Direktur Sampoerna John Gledhill mengungkapkan, dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) ini secara keseluruhan menciptakan lebih dari 8.400 lapangan kerja tetap bagi warga setempat, “Pabrik baru ini memperkuat tradisi SKT Sampoerna yang dimulai sejak tahun 1913 dan dukungan kami terhadap ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Probolinggo dan Lumajang memiliki tradisi pertanian tembakau yang kaya, dan Sampoerna berkomitmen untuk melestarikan tradisi tersebut dengan berinvestasi di Jawa Timur," katanya dalam siaran pers perseroan, Rabu (11/7).

Kedua pabrik yang berlokasi di Kraksaan, Probolinggo, dan Kunir, Lumajang ini akan memfokuskan produksi Dji Sam Soe, salah satu merek SKT terkemuka di Indonesia yang tahun ini merayakan HUT yang ke-99.

Disebutkan, anak perusahaan Sampoerna dan ke-38 mitra produksi sigaretnya (MPS) memiliki sekitar 95.000 tenaga kerja, dan mengklaim dirinya sebagai salah satu penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Sampoerna mengoperasikan delapan pabrik rokok di Jawa Timur (Surabaya, Pandaan, Malang, Probolinggo dan Lumajang) dan di Jawa Barat (Karawang). Sampoerna merupakan afiliasi Philip Morris International (PMI).

Perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih sebesar Rp 2,47 triliun atau Rp 565 per saham pada kuartal I 2012. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan kenaikan 36,56 % bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 1,82 triliun atau Rp 416 persaham. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya Pendapatan perseroan dari Rp 11,70 triliun pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp 15,40 triliun pada kuartal I tahun ini.

Kinerja Keuangan

Sementara kinerja Sampoerna di 2011 membukukan laba bersih sebesar Rp 8,06 triliun atau meningkat 25,5% dibandingkan pada tahun 2010 yang sebesar Rp 6,42 triliun. Peningkatan laba bersih ini seiring dengan meningkatnya penjualan bersih menjadi Rp 52,8 triliun yang tumbuh 21,8% dari tahun 2010 yang sebesar Rp 43,38 triliun.

Laba kotor di 2011 sebesar Rp 15,1 triliun lebih tinggi dibanding tahun 2010 yang sebesar Rp 12,65 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 37,66 triliun di 2011. Kewajiban perseroan sendiri di 2011 tercatat turun dari Rp 10,31 triliun pada 2010 menjadi tinggal Rp 9,17 triliun. Sementara ekuitas perusahaan 2011 juga turun tipis menjadi Rp 10,20 triliun dari Rp 10,21 triliun di 2010.

Sementara itu total aset di 2011 tercatat sebesar Rp 19,37 triliun lebih rendah dibanding tahun 2010 yang mencapai Rp 20,52 triliun. Seiring dengan meningkatnya laba bersih perseroan di 2011 maka laba per saham dasar juga mengalami peningkatan. Adapun laba per saham menjadi sebesar Rp 1.840 atau lebih tinggi dibanding tahun 2010 yang sebesar Rp 1.465. (didi)