Bangun Dua Pabrik Baru, Sampoerna Buka 8.400 Lapangan Kerja

NERACA

Jakarta – Emiten produsen rokok, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meresmikan dua pabrik rokok baru di Probolinggo dan Lumajang, Jawa Timur Rabu kemarin. Peresmian sekaligus perayaan 99 tahun Sampoerna berdiri di Indonesia.

Presiden Direktur Sampoerna John Gledhill mengungkapkan, dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) ini secara keseluruhan menciptakan lebih dari 8.400 lapangan kerja tetap bagi warga setempat, “Pabrik baru ini memperkuat tradisi SKT Sampoerna yang dimulai sejak tahun 1913 dan dukungan kami terhadap ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. Probolinggo dan Lumajang memiliki tradisi pertanian tembakau yang kaya, dan Sampoerna berkomitmen untuk melestarikan tradisi tersebut dengan berinvestasi di Jawa Timur," katanya dalam siaran pers perseroan, Rabu (11/7).

Kedua pabrik yang berlokasi di Kraksaan, Probolinggo, dan Kunir, Lumajang ini akan memfokuskan produksi Dji Sam Soe, salah satu merek SKT terkemuka di Indonesia yang tahun ini merayakan HUT yang ke-99.

Disebutkan, anak perusahaan Sampoerna dan ke-38 mitra produksi sigaretnya (MPS) memiliki sekitar 95.000 tenaga kerja, dan mengklaim dirinya sebagai salah satu penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Sampoerna mengoperasikan delapan pabrik rokok di Jawa Timur (Surabaya, Pandaan, Malang, Probolinggo dan Lumajang) dan di Jawa Barat (Karawang). Sampoerna merupakan afiliasi Philip Morris International (PMI).

Perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih sebesar Rp 2,47 triliun atau Rp 565 per saham pada kuartal I 2012. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan kenaikan 36,56 % bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 1,82 triliun atau Rp 416 persaham. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya Pendapatan perseroan dari Rp 11,70 triliun pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp 15,40 triliun pada kuartal I tahun ini.

Kinerja Keuangan

Sementara kinerja Sampoerna di 2011 membukukan laba bersih sebesar Rp 8,06 triliun atau meningkat 25,5% dibandingkan pada tahun 2010 yang sebesar Rp 6,42 triliun. Peningkatan laba bersih ini seiring dengan meningkatnya penjualan bersih menjadi Rp 52,8 triliun yang tumbuh 21,8% dari tahun 2010 yang sebesar Rp 43,38 triliun.

Laba kotor di 2011 sebesar Rp 15,1 triliun lebih tinggi dibanding tahun 2010 yang sebesar Rp 12,65 triliun. Sedangkan beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp 37,66 triliun di 2011. Kewajiban perseroan sendiri di 2011 tercatat turun dari Rp 10,31 triliun pada 2010 menjadi tinggal Rp 9,17 triliun. Sementara ekuitas perusahaan 2011 juga turun tipis menjadi Rp 10,20 triliun dari Rp 10,21 triliun di 2010.

Sementara itu total aset di 2011 tercatat sebesar Rp 19,37 triliun lebih rendah dibanding tahun 2010 yang mencapai Rp 20,52 triliun. Seiring dengan meningkatnya laba bersih perseroan di 2011 maka laba per saham dasar juga mengalami peningkatan. Adapun laba per saham menjadi sebesar Rp 1.840 atau lebih tinggi dibanding tahun 2010 yang sebesar Rp 1.465. (didi)

BERITA TERKAIT

Buka Kelas Presentasi Pelayanan Asuransi

Perusahaan penerbangan Lion Air membuka kelas-kelas presentasi untuk memahami klaim asuransi di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, bagi keluarga dari penumpang…

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi NERACA Jakarta - Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Humanity Shelter/ICS) kembali dibangun di…

Cadangan Devisa Naik US$400 Juta

    NERACA   Jakarta - Cadangan devisa Indonesia naik sekitar 400 juta dolar AS menjadi 115,2 miliar dolar AS…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Pasar Modal di Kalsel Capai 22,26%

Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Selatan…

BEI Catatkan Rekor Baru Emiten Terbanyak

NERACA Jakarta – Tahun 2018 menjadi catatan sejarah bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, sepanjang tahun ini ada 50…

Pendapatan Toba Bara Tumbuh 43,95%

Di kuartal tiga 2018, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) membukukan pendapatan sebesar US$ 304,10 juta, naik 43,95% dari periode…