Prinsipal Asal Jepang Miliki Aset Tertinggi di Indonesia

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Jakarta – Tingginya pertumbuhan industri otomotif di Indonesia membuat prinsipal asal Jepang sangat berminat investasi di Indonesia. Pasalnya saat ini Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat perusahaan otomotif asal negeri Sakura memiliki aset di atas Rp 1 triliun dengan penyerapan tenaga kerja di atas 100 orang.

“PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) akan meningkatkan asetnya sebesar Rp4,5 triliun dan menyerap 6.045 tenaga kerja dengan kapasitas terpasang yang mencapai 140.000 unit per tahun. Sedangkan pabrikan Jepang lainnya seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memiliki nilai aset Rp4,07 triliun dengan total kapasitas terpasang saat ini 120.000 unit per tahun dalam 2 shift dan menyerap 5.860 orang,” kata Koordinator Kelompok Kerja Statistik, Informasi dan Kerja Sama Gaikindo, Leman Natakusumah di Jakarta, Rabu (11/7).

Leman menuturkan, dominasi aset pabrikan Jepang di Indonesia semakin besar dengan investasi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebesar Rp 2,23 triliun. “Di tahun ini, ADM akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 330.000 unit per tahun. Daihatsu Motor Co berencana menambah produksinya di Indonesia menjadi 430.000 unit per tahun, saat ini ADM menyerap 7.790 tenaga kerja,” ujarnya.

Sedangkan Perusahaan mobil mewah asal Jerman PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) diam-diam memiliki aset Rp1,37 triliun dengan total kapasitas produksi 20.000 unit per tahun dalam 2 shift yang hanya didukung oleh 411 tenaga kerja. “PT MBI kembali menggelontorkan dana US$220,1 juta untuk pabrik perakitan mobil, perlengkapan dan komponennya. Adapun, lokasi proyek tersebut berada di Bogor, Jawa Barat, dan ditargetkan selesai pada 22 Desember 2012,” paparnya.

Leman menambahkan, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) telah menanamkan asetnya sebesar Rp875 miliar. “Investasi NMI menyerap 643 tenaga kerja dengan kapasitas terpasang 30.000 unit per tahun,” tandasnya.

Kuasai Pasar

Di tempat berbeda, Presiden Direktur Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan mengatakan PT Toyota Astra Motor, menorehkan penjualan sebanyak 131.012 unit periode Januari-April 2012, naik 23% dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian itu, Toyota menguasai pangsa pasar otomotif nasional hingga akhir April tahun ini sebesar 40%. "Saat terjadi kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun aturan peningkatan uang muka pembelian kendaraan bermotor, penjualan Toyota tetap stabil,” ungkap Jhonny.

Pada April 2012, Toyota menorehkan penjualan mobil sebanyak 34.314 unit, naik 1,2% dibanding Maret 2012. Di segmen sedan, Toyota mencetak angka penjualan sebesar 1.640 unit, meningkat 31% dibandingkan Maret 2011. Toyota menguasai hampir 60% pasar sedan nasional.

Toyota Vios tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka penjualan 1.065 unit. Sementara Toyota Corolla Altis berhasil terjual sebanyak 228 unit. Toyota All New Camry yang baru diluncurkan pada awal April juga telah terjual sebanyak 347 unit.

Di segmen mobil kompak, All New Toyota Yaris pada April 2012 membukukan penjualan tertinggi selama 2012 yaitu 2.381 unit, meningkat 157% dari bulan sebelumnya. Di kelas Sport Utility Vehicle (SUV), Toyota Fortuner membukukan penjualan sebanyak 1.548 unit pada April 2012, tumbuh 2% dibanding bulan sebelumnya.

Sedangkan Toyota Alphard mencetak penjualan 355 unit hingga akhir April 2012. Hal itu menjadikan Toyota Alphard memimpin di segmen 4x2 Luxury MPV dengan pangsa pasar sebesar 33,6%. Toyota Avanza dan Kijang Innova masing-masing membukukan penjualan sebesar 16.042 unit dan 6.373 unit pada April 2012.

Toyota Astra Motor diperkirakan memperoleh penjualan Rp 27,7 triliun di 2010, naik 4,9% dari 2009 yang mencapai Rp 24,6 triliun. Nilai tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata satu mobil seharga Rp 110 juta. "Satu unit rata-rata Rp 110 juta, misalnya. Jangan lupa ditambah penjualan komponen sekitar Rp 1,3 triliun," ujar Johnny.