Rupiah Kembali Melemah - Pertemuan Menkeu Eropa Tak Berpengaruh

NERACA

Jakarta--Mata uang rupiah terhadap dolar AS kembali melemah meski masih dalam kisaran sempit pada Rabu sore sebesar 10 poin seiring kuatnya permintaan dolar AS sebagai penjaga nilai aset. "Hasil pertemuan menteri keuangan negara kawasan Euro (ECOFIN) gagal meredakan kecemasan terhadap memburuknya krisis di kawasan itu, kondisi itu mendorong permintaan dolar AS terus meningkat," kata pengamat pasar Monex Investindo Futures Johanes Ginting, Rabu,11/7

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu sore bergerak melemah 10 poin menjadi Rp9.450 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.440 per dolar AS.

Dikatakan Ginting, pertemuan ECOFIN tidak menghasilkan kemajuan apapun terkait wacana pengaktifan fasilitas "bailout" untuk menenangkan gejolak di pasar obligasi.

Bahkan, kata Ginting, Jerman memutuskan untuk menunda dana bantuan Uni Eropa yang dikenal dengan "European Stability Mechanism" (ESM) karena situasi pasar masih belum kondusif. Selain itu, lanjut dia, menteri keuangan kawasan Euro juga sepakat memberikan waktu ekstra hingga 2014, untuk pencapaian target pemangkasan defisit Spanyol. "Imbasnya, nilai tukar berisiko termasuk rupiah terkena dampak negatif dari Eropa," imbuhnya

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Rabu (11/7) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp9.460 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.443 per dolar AS.

Sedangkan Head of Research Treasury Division BNI Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, melemahnya rupiah akibat pelaku pasar yang menunggu pelaksanaan rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) besok hingga membatasi aktivitas perdagangan. "Selain itu, risk aversion global ikut menghampiri pasar finansial domestik dan menahan masuknya dana asing ke dalam negeri," paparnya

Stabilitas rupiah, dia nilai terjaga oleh bank sentral. Menurutnya, rupiah akan terus bergerak di kisaran 9.400-an hingga akhir pekan. Terlebih saat ini level rupiah di pasar offshore cenderung tidak berfluktuasi tajam. Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (11/7/2012) melemah ke Rp9.460 per USD dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp9.443 per USD.

Sementara menurut Bloomberg, rupiah berada di Rp9.450 per USD. Lalu menurut yahoofinance, rupiah berada di Rp9.445 per USD. Di mana kisaran perdagangan harian ada di Rp9.430-Rp9.462,5 per USD. **cahyo

BERITA TERKAIT

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi

ACT Bangun Kembali Hunian Nyaman Terpadu di Sigi NERACA Jakarta - Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Humanity Shelter/ICS) kembali dibangun di…

Cara Mengetahui Kanker yang Tak Bisa Dideteksi Dini

Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh. Namun, sayangnya tak semua jenis kanker bisa dideteksi dini. Tercatat, hanya…

Indonesia Tak Ingin Perang Dagang dengan China

NERACA Jakarta – Indonesia tidak menginginkan ada perang dagang dengan China sehingga diharapkan kedua negara sama-sama adil dalam memberlakukan komoditas…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Tiga Penyebab Rupiah Menguat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tiga penyebab nilai tukar rupiah menguat dalam waktu relatif…

Aliran Modal Asing Rp19,9 Triliun Masuk Ke Indonesia

    NERACA   Jakarta - Aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia periode 1-9 November 2018 cukup…

Layanan Digital Bank Muamalat Raih Penghargaan

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) meraih ATM Bersama Award 2018 untuk…