Bank Bumi Artha Bantah Sinyalemen Akuisisi

Rumor Dibeli Grup MNC

Kamis, 12/07/2012

NERACA

Jakarta—PT.Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) membantah adanya rumors yang menyebutkan kelompok Grup MNC akan melakukan pembelian bank tersebut. "Kabar rencana akuisisi Bank Bumi Artha adalah tidak benar," kata Corporate Secretary BNBA Lyvinia Sari di Jakarta,11/7

Beberapa waktu lalu, Hary Tanoesoedibjo melalui perusahaan investasinya, Bhakti Investama sedang menyortir bank yang akan diakuisisi. Hary menjelaskan, semula ada empat bank masuk daftar incaran. Kini, daftar itu mengerucut pada dua bank. "Satu bank berstatus perusahaan terbuka, satu lagi berstatus tertutup," ujar Chief Executive Officer (CEO) Bhakti Investama itu.

Dikatakan Hary, pihaknya masih merahasiakan identitas dua bank itu. Dia hanya menyatakan, Bhakti akan membeli bank devisa. Dengan begitu bank bisa menawarkan berbagai jasa seperti transfer ke luar negeri, jual beli valas, transaksi ekspor-impor dan jasa lain.

Bahkan Hary disebut-sebut tengah menawar Bank Bumi Arta. Selain itu, Bhakti juga dikabarkan mendekati pemilik beberapa bank kecil yang gagal dibeli oleh investor asing.

Seperti diketahui, laba usaha PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mengalami peningkatan sebesar 24,5 %menjadi Rp1,94 triliun dari Rp1,56 triliun di tahun sebelumnya.

Peningkatan laba usaha BHIT terlihat dalam penerapan cost efficiency. Lebih lanjut Darma mengatakan, likuiditas BHIT juga meningkat, di mana EBITDA mengalami pertumbuhan sebesar 22,0 %dari Rp2,18 triliun pada 2010 menjadi Rp2,66 triliun diakhir 2011. "Peningkatan berdampak pada meningkatnya EBITDA margin menjadi 34,4 %dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 31,9%," ujar Direktur BHIT Darma Putra. **cahyo