Bank Bumi Artha Bantah Sinyalemen Akuisisi - Rumor Dibeli Grup MNC

NERACA

Jakarta—PT.Bank Bumi Artha Tbk (BNBA) membantah adanya rumors yang menyebutkan kelompok Grup MNC akan melakukan pembelian bank tersebut. "Kabar rencana akuisisi Bank Bumi Artha adalah tidak benar," kata Corporate Secretary BNBA Lyvinia Sari di Jakarta,11/7

Beberapa waktu lalu, Hary Tanoesoedibjo melalui perusahaan investasinya, Bhakti Investama sedang menyortir bank yang akan diakuisisi. Hary menjelaskan, semula ada empat bank masuk daftar incaran. Kini, daftar itu mengerucut pada dua bank. "Satu bank berstatus perusahaan terbuka, satu lagi berstatus tertutup," ujar Chief Executive Officer (CEO) Bhakti Investama itu.

Dikatakan Hary, pihaknya masih merahasiakan identitas dua bank itu. Dia hanya menyatakan, Bhakti akan membeli bank devisa. Dengan begitu bank bisa menawarkan berbagai jasa seperti transfer ke luar negeri, jual beli valas, transaksi ekspor-impor dan jasa lain.

Bahkan Hary disebut-sebut tengah menawar Bank Bumi Arta. Selain itu, Bhakti juga dikabarkan mendekati pemilik beberapa bank kecil yang gagal dibeli oleh investor asing.

Seperti diketahui, laba usaha PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mengalami peningkatan sebesar 24,5 %menjadi Rp1,94 triliun dari Rp1,56 triliun di tahun sebelumnya.

Peningkatan laba usaha BHIT terlihat dalam penerapan cost efficiency. Lebih lanjut Darma mengatakan, likuiditas BHIT juga meningkat, di mana EBITDA mengalami pertumbuhan sebesar 22,0 %dari Rp2,18 triliun pada 2010 menjadi Rp2,66 triliun diakhir 2011. "Peningkatan berdampak pada meningkatnya EBITDA margin menjadi 34,4 %dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 31,9%," ujar Direktur BHIT Darma Putra. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…