Pentingnya Status Hukum Legal untuk Anak

Sabtu, 14/07/2012

NERACA

Aviva dan Plan bekerjasama untuk pembuatan akte kelahiran bagi anak jalanan di Jakarta

Sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap anak, mewajibkan para orang tua untuk mencatatkan identitas diri anak sejak dilahirkan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dari orangtua untuk membuat akta kelahiran anak, selain juga perlunya dukungan penuh dari pemerintah untuk memudahkan bahkan membebaskan biaya pembuatan akta kelahiran anak sebagai bentuk perlindungan negara.

Minimnya kesadaran orangtua dan berbagai kesulitan yang dihadapinya dalam proses pembuatan akta kelahiran menjadi fokus perhatian Aviva, sebagai asuransi terbesar ke-6 di dunia, dan Plan, organisasi global untuk perkembangan dan hak-hak anak.

Bekerjasama dengan Kementerian Sosial, Aviva dan Plan meluncurkan sebuah program pembuatan akte kelahiran bagi anak-anak jalanan di Jakarta. Dua organisasi ini bekerjasama dengan Kementrian Sosial Indonesia, selama 24 bulan kedepan di lima kotamadya DKI Jakarta.

Melalui program ini, Aviva dan Plan memberikan edukasi publik yang bertujuan untuk menjangkau 3.500 anak yang tinggal atau bekerja di jalanan, termasuk wali atau orang tua mereka, guna membantu meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya kepemilikan akte kelahiran dan memberikan advokasi dalam penyebaran informasi ke teman-teman sebayanya.

Sebagai bagian dari dukungan untk program pemerintah di seluruh Indonesia guna memberikan perhatian khusus menangani masalah penting ini dengan memberikan kemudahan aksesibilitas dalam proses pendaftaran, program ini juga bertujuan untuk mendaftarkan akte kelahiran bagi 1.500 dari anak-anak jalanan tersebut.

“Aviva berdikasi untuk memimpin program ini bekerja sama dengan Plan Indonesia untuk membantu anak-anak kita yang tidak terlindungi di masyarakat, khususnya anak jalanan dan kelompok marginal,” kata Dewan Komisaris Aviva Indonesia Christian Winandi.

Kementerian Sosial menyatakan, saat ini ada sekitar 230.000 anak indonesia di jalanan. Menurut data Dinas Sosial, tahun ini setidaknya ada 7.316 anak di Jakarta yang teridentifikasi, dan hanya 9% dari mereka yang terdaftar dan memiliki akte kelahiran.

Jumlah ini telah meningkat sebanyak hampir 1.000 anak jalanan setiap tahunnya bila dibandingkan dengan angka di 2001, demikian menurut hasil Survey Unit Riset dan Pelayanan Sekolah Ilmu Statistik, Badan Pusat Statistik.

“Saat ini diperkirakan 47% anak Indonesia di bawah umur 5 tahun masih belum terdaftar. Melalui kerjasama dengan beberapa LSM seperti Plan, dan berinisiatif untuk membuat program seperti “street to school” dan “count every child, kami bertujuan untuk secara signifikan dapat mengurangi persentasi ini dan mengurangi hambatan bagi anak dalam mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan sekaligus membantu dalam memberikan status hukum yang legal,” imbuh Christian.

Samsudi, Direktur Jenderal Rehabilitas Sosial, Kementerian Sosial menambahkan, pemerintah indonesia, LSM, dan masyarakat di Jakarta telah mengidentifikasi tidak adanya layanan regristrasi akte kelahiran sebagai masalah inti dalam perlindungan hak asasi manusia dan anak jalanan.

“Kami menargetkan untuk mendaftarkan setengah dari seluruh anak jalanan di jakarta 2014,” ungkap dia.

Samsudi mengaku bahwa pihaknya sangat senang dengan program seperti Street To School dan Count Every Child. “ Kami percaya, dengan ini dapat memberikan peranan penting dalam penyediaan solusi dan juga membantu mengembangkan masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik, begitu juga di seluruh Asia,” atambah dia.

Direktur Plan Indonesia, Peter La Raus juga berpendapat bahwa pembuatan akte kelahiran adalah ukuran penting untuk memberikan pengakuan bagi setiap orang.

“Jika anda tidak terdaftar, anda tidak terlindungi,” imbuh dia.

Lebih lanjut Peter mengungkapkan bahwa, sebagian besar masyarakat cenderung lupa akan pentingnya akte kelahiran. Menurut dia, dengan tidak adanya akte kelahiran dapat menghambat seorang anak untuk dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan dan sosial.

“Dikemudian hari, juga dapat membantu melindungi anak terhadap pernikahan dini, bekerja dibawah umur atau dan jika dituduh melakukan kejahatan bisa dituntut hukum sebagai orang dewasa. Pencatatan akte kelahiran mempengaruhi banyak orang dan kami sangat senang bahwa dengan menggabungkan keahlian kami sebagai NGO, organisasi keuangan seperti Aviva dan pemerintah akan mampu membuat anak menjadi lebih diakui secara ilegal,” tutur dia.

Plan telah menjalankan kampanye global untuk pendaftaran akte kelahiran sejak 2005 dan sejauh ini telah berhasil memfasilitasi pendaftaran lebih dari 40 juta orang, sebagian besar anak-anak, di 32 negara.

Advokasi yangdiusung organisasi ini telah memberikan kontribusi pada perbaikan peraturan hukum di 10 negara dan berhasil membuat 153 juta anak memenuhi syarat untuk mendapatkan akte kelahiran secara gratis.