Mencicipi Kekayaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 14/07/2012

NERACA

Keanekaragaman daerah di Indonesia dengan budaya dan adat istiadat, nyatanya juga menawarkan kekayaan kuliner nusantara yang sangat beragam. Bahkan beberapa menu ala nusantara mampu menjajaki lidah manca negara.

Tengok saja beberapa menu daerah yang konon bukan hanya digemari daerah tertentu, namun juga diapresiasi dengan sangat hangat oleh masyarakat daerah lainnya. Seperti Soto Makassar, Rendang Padang, atau Mie Kocok Bandung, seperti yang digeluti Ny Lanny Liparissa, pengusaha kuliner yang mengusung masakan khas Bandung-Jawa Barat.

Kedai Kurcaci Khas Masakan Bandung, yang terletak di Jalan Boulevard Raya WD2 No 3B Kelapa Gading, dua cabangnya lainnya, yaitu di Ruko Pondok Gading Utama A-2 dan Mal Kelapa Gading III Food Court. Kedai yang dibangun perempuan asal Kota Bogor ini, sejak tujuh tahun lalu, bahkan mampu bertahan dengan terus berkembang dengan menawarkan masakan khas Kota Kembang.

Selain Mie Kocok, Kedai Kurcaci juga menyajikan masakan ala Bandung yang memang diracik dengan resep yang sangat mirip seperti yang pelanggan temui di Bandung-Jawa Barat, seperti Siomay, Ronde Jahe, Batagor, Bubur Ayam, Es Oyen dan lainnya.

Masakan kuliner ala nusantara, terang Lanny, cukup menjanjikan sebagai tempat usaha. Karena ia menilai, selain mendapat keuntungan dari menggeluti bisnis kuliner, dengan mengusung masakan ala Indonesia, ia merasa turut melestarikan masakan yang muncul dari kekayaan budaya Indonesia, “Selain berbisnis, kita pun turut melestarikan masakan hasil budaya Indonesia,” ungkapnya.

Harus diakui, selain sukses menarik minat pelanggan dengan kekhasan masakan ala Bandung, perkembangan Kedai Kurcaci yang pesat juga tidak terlepas dari kualitas menu, hygienist, dan mutu pelayanan yang ditingkatkan terus menerus. “Kami selalu menjaga kualitas menu terutama soal keasliannya,” ungkap Lanny. Untuk bahan mie saja, kata Lanny, ia mengambilnya langsung dari Bandung.

Ia menerangkan, bila dirinya tidak menemukan jenis mie khas Bandung di Jakarta, karena itu ia sengaja langsung membeli semua bahan baku dari Bandung. Karena menurut dia, meski ada pelbagai mie yang dijual di Jakarta, namun jenis mie untuk bahan mie kocok memiliki jenis dan cita rasa yang berbeda.

Kita juga ingin para pelanggan mendapati menu yang benar benar asli Bandung,” ungkap Lanny, ia juga menyediakan sejumlah makanan kecil dengan beraneka jenis krupuk yang khas.

Keunikan dan kekhasan kuliner asal Kota Kembang memang menjadi perhatian Lanny. Karena itu, semua racikan bumbu dasar dari menu yang dihidangkan, ia lakukan sendiri. “Kita memiliki semacam kichen center,” kata Lanny, dari sanalah semua bumbu diramu dengan teliti agar cita rasa dapat terjadi di semua cabang Kedai Kurcaci.

Ia menerangkan menu ronde jahe yang termasuk menu spesial Kedai Kurcaci. Panganan khas tanah Sunda yang berisi onde berisi kacang beraneka warna dengan ukuran besar dan kecil. Membuat siapa saja yang mencicipi akan berdecak kagum menikmati. “Ronde jahe Keai Kurcaci sering dipesan untuk pesta dan acara lainnya,” jelas Lanny.

Bahkan beberapa perusahaan besar kerap memesannya untuk acara perkantoran, “Ini membuktikan bila menu kita mampu hadir sebagai panganan ditingkat acara formal,” ujarnya.

Ia pun berharap, agar Kedai Kurcaci dapat terus memberi nuansa khas kuliner nusantara khususnya masakan khas Bandung, “Semoga Kedai Kurcaci dapat terus bertahan dan memberi keanekaragaman kuliner asli nusantara dengan menu yang terjaga kualitasnya,” ungkapnya seraya mengungkapkan apresiasinya kepada para pelanggan yang setia, “Semoga kami dapat tetap berkiprah dengan kualitas yang terus kita jaga,” ujar pemilik yang memiliki lima orang putra ini.