Masa Depan Bus Listrik Cukup Prospektif

NERACA

Jakarta---Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengaku optimistis terhadap masa depan bus listrik hasil kerja sama LIPI dan Kementerian Riset dan Teknologi. "Tak ada keraguan. Saya yakin sekali bus ini berhasil. Optimis!," kata Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,10/7.

Menurut Dahlan, keberadaan bus ini bisa mengembangkan industri otomotif Indonesia karena menggunakan energi listrik. "Sudah saatnya kita kejar ketertinggalan (industri otomotif kita-red.) dengan Jepang, China dan negara-negara lain dengan adanya bus ini," tambahnya

Dahlan mengatakan bus ini siap dioperasikan setelah semua tahapan yang harus dilalui terlaksana. Setelah menyetir sendiri bus yang pembuatan prototipenya menelan biaya sekitar Rp1,5 miliar itu, Dahlan meninggalkan gedung BPPT dengan menggunakan ojek.

Diakui Dahlan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan memesan satu unit mobil listrik nasional sekelas Ferrari yang prototipenya akan diluncurkan pada Agustus 2012. "Harga satu unit mobil listrik sekelas Ferrari Rp1,5 miliar. Presiden bener memesan satu unit," ucapnya

Mantan Dirut PLN ini menegaskan peluncuran pertama mobil listrik tersebut akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2012. "Saat peluncuran, saya akan menjajal mobil listrik pesanan saya. Itu sudah saya bayar uang mukanya," ujarnya.

Meski demikian tambah Dahlan, kalau Presiden SBY mau mendapatkan mobil listrik yang saya sudah pesan tersebut tidak masalah. "Mobil yang pertama tentu ada perbaikan-perbaikan, sehingga sebaiknya yang kedua atau ketiga. Tapi kalau beliau (SBY) mau yang pertama saya akan senang sekali," paparnya

Dijelaskan Dahlan, mobil listrik digarap oleh tim, yang terdiri atas lima pemuda yang disebutnya sebagai "Pendawa Putra Petir" ini akan diluncurkan dengan empat varian yaitu sekelas Carry, Avanza, Yaris, dan kelas premium jenis Ferrari.

Yang jelas, Dahlan menambahkan, dengan jaminan kesiapan pasokan baterai dalam jumlah besar, dipastikan produksi masal mobil listrik nasional akan dimulai pada April 2013. Dengan investasi berkisar Rp5 triliun, produksi awal mobil listrik nasional diharapkan mencapai 10.000 unit.

Sebelumnya, Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) berencana membeli tiga unit mobil listrik jenis MPV sekelas Toyota Avanza, buatan Dasep Ahmadi. Mobil itu akan digunakan untuk keperluan riset dan pengembangan

Dahlan Iskan mengungkapkan PLN akan membeli mobil listrik dengan warna putih, hijau, dan hitam. Dia berkeinginan meminjam mobil listrik warna hijau yang dimiliki BUMN kelistrikan tersebut. "PLN kan memang sudah ada 'roadmap'-nya, Jadi, PLN pesan tiga sebagai prototipe. Nah, satunya saya pinjam," katanya.

Dahlan menjelaskan peminjaman mobil listrik milik PLN itu karena mobil listrik yang dipesannya belum jadi. Karena itu pihaknya berniat membeli mobil listrik bertipe sport sejenis Ferrari yang diproduksi di Kadipaten, Yogyakarta, seharga Rp1,5 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

SMF Sebut Minat Investor Cukup Tinggi - Obligasi Kelebihan Permintaan

NERACA Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menilai minat investor untuk berivestasi pada surat utang (obligasi) cukup tinggi seiring…

Konsumen Berhak untuk Tarif Listrik Wajar

  NERACA Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumen berhak atas tarif listrik…

Ini Dia Vendor Smartphone Yang Bakal Produksi Ponse 5 G - Tahun Depan

Pabrikan Snapdragon, Qualcomm mengumumkan keikutsertaannya dalam teknologi jaringan 5G. Chipset Snapdragon X50 menjadi kapal bagi Qualcomm dalam meramaikan teknologi konektivitas…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…