Tol Layang Cibubur-Senayan Butuh Investasi Rp4,8 T

Rabu, 11/07/2012

NERACA

Jakarta—Operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) memperkirakan investasi pembangunan jalan tol layang Cibubur-Senayan mencapai sekitar Rp4,8 triliun dengan ketinggian 15 meter dan panjang 20 kilometer. “Ini masih dalam tahap 'feasibility study' sehingga kita belum tahu bagaimana pendanaannya," kata Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin, di Jakarta,10/7

Menurut Hasanudin, besarnya kebutuhan dana dikarenakan pembangunan jalan tol layang secara menyeluruh berupa konstruksi (full construction) dan dibangun menggunakan konstruksi "elevated".

Karena itu, kata Hasanudin, Jasa Marga berencana menggandeng PT Adhi Karya Tbk dan PT Wijaya Karya Tbk, walaupun kedua BUMN karya ini belum dipastikan ikut bergabung. Saat ini, perseroan masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) agar jalan tol layang dapat direalisasikan. "Kalau keduanya oke, maka kita akan lanjut. Walau Kementerian BUMN sudah menyetujuinya," ujarnya

Selain mengkaji kebutuhan dana, lanjut Hasanudin, perseroan juga tengah menelaah jaringan kabel ekstra tinggi yang akan dilintasi oleh jalan tol layang serta pergantian waktu penggunaan jalan tol layang tersebut. Hal ini dikarenakan belum ada peraturan yang memungkinkan jalan tol layang digunakan untuk dua waktu. "Kita juga masih kaji apakah akan pagi sore atau satu jalan saja. Peraturan belum memungkinkan soalnya," paparnya.

Kendati demikian, rencana pembangunan jalan tol tersebut untuk mengurangi kemacetan yang merayap dari Cawang-Semanggi.

Ditempat terpisah, Dirut PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan Jasa Marga mempertimbangkan kemungkinan membangun tol kedua di bagian utara Bali yaitu rute Buleleng-Denpasar sepanjang 50 km. "Kajian ke arah sana ada. Kami usulkan 50 km dari potensi 100 km Buleleng-Denpasar," ujarnya di Nusa Dua, Bali, Selasa,10/7

Menurut Adityawarman, pembicaraan kemungkinan pembangunan tol di bagian utara Bali itu sejalan dengan rencana pembangunan bandara ke-2 di Bali bagian utara. "Hasil pembicaraan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika seperti itu," jelasnya

Dikatakan Adityawarman, hal itu kondisi Bali pada 2015 saja diperkirakan total wisman yang akan hadir di Bali mencapai lima juta orang dan wisatawan domestik 10 juta orang. "Artinya Bandara Ngurah Rai yang kini sudah tak bisa ditambah lagi landasan pacunya, jelas akan sangat padat dan jenuh," ucapnya

Untuk itu, kata Aditya, pihaknya sudah menawarkan diri untuk membangun tol kedua di Bali sebagai infrastruktur utama ke bandara itu. "Usul kami cukup 50 km dari total 100 km Buleleng-Denpasar," katanya.

Jika 100 km, kata Aditya, bisa jadi nilai "heritage" (pemandangan dan budaya Bali) tidak lagi bisa dinikmati karena ada jalan tol, katanya. Program tersebut kemungkinan akan dimulai studi kelayakannya setelah 2015. "Hingga 2014 ini, kami fokus menambah 250 km tol baru di berbagai ruas, termasuk tol pertama di Bali, Ngurah Rai-Benoa sepanjang 10 km," pungkasnya. **cahyo