Perkuat Modal, Bank Mayapada Tahan Laba Rp 82,6 Miliar

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) memperkuat modal dengan menahan laba hingga Rp82,6 miliar dari laporan keuangan per 31 Desember 2011. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/7).

Disebutkan, perseroan pada periode tersebut meraih laba bersih Rp171,2 miliar. Dari jumlah tersebut perseroan membagi dividen sebesar 48,7% atau Rp27 per lembar dengan jumlah total Rp83,4 miliar. Perseroan juga menyisihkan laba bersih untuk pencadangan 3% untuk Rp5,1 miliar.

Sebelumnya, perseroan berencana tambah modal sebesar Rp 500 miliar pada kuartal IV tahun ini. Suntikan dana dari pemegang saham tersebut akan mengalir untuk menopang pertumbuhan dan menjaga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di posisi 14%.

Pada kuartal I-2012, CAR berada pada posisi 13,74%. Dengan target pertumbuhan kredit sekitar 30% pada tahun ini, CAR bakal menyusut hingga di kisaran 11%, alias hanya selisih 3% dari batas CAR minimal yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). "Itu dengan asumsi tanpa penambahan modal. Makanya kami menyuntik Rp 500 miliar agar CAR terkerek," kata Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi.

Sementara Direktur Keuangan Bank Mayapada Hariati Tupang menambahkan, tahun ini pihaknya akan meningkatkan porsi pendapatan berbasis komisi alias fee based income. Maka itu, manajemen akan menciptakan produk-produk baru. "Kami menargetkan laba Rp 250 miliar, meningkat 46% dari realisasi 2011," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Pertumbuhan Kinerja Positif - Japfa Perkuat Kemitraan Dengan Peternak

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan kinerja perseroan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) gencar meningkatkan program kemitraan dengan peternak. “Perseroan…

Pemkot Depok Terbitkan Perwal Perkuat Koperasi

Pemkot Depok Terbitkan Perwal Perkuat Koperasi NERACA Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal)…

DJP TERIMA DATA DARI SWISS PADA SEPTEMBER 2019 - KPK: Pasar Modal Rentan Kegiatan TPPU

Jakarta-Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pasar modal merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap tindak pidana pencucian uang (TPPU).…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…