Sempat Molor, IPO Lorena Dijadwalkan Akhir Tahun ini

Rabu, 11/07/2012

NERACA

Jakarta – Sempat molor dari rencana awal, PT Eka Sari Lorena memastikan pelaksanaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) akan dilakukan pada kuartal IV akhir tahun ini. Untuk IPO tersebut, perusahaan jasa angkutan umum ini membidik dana hasil IPO sebesar Rp 300 miliar.

Sebagai penjamin emisi, managing director Valbury Asia Securities Johanes Soetikno mengatakan, pelaksanaan IPO Lorena akan dilakukan akhir tahun ini dengan menggunakan laporan keuangan Juni 2012,”Persiapan IPO terus dilakukan Lorena bersama penjamin emisi, mulai dari pemenuhan aspek legalitas tengah dilaksanakan,”katanya di Jakarta, Selasa (10/7).

Asal tahu saja, rencana perusahaan listing di pasar modal sudah diniatkan ditahun lalu, namun karena alasan kondisi pasar yang kurang kondusif, akhirnya perseroan memutuskan memundurkan pelaksanaan IPO hingga awal 2012 mendatang, “Kami berharap sudah bisa tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2012. Sekira kuartal I-2012 lah," kata Technical Advisor PT Eka Sari Lorena Transport, Dwi Ryanta Soerbakti.

Perseroan yang bergerak dalam bisnis otobus, berencana menjual 25% kepemilikan sahamnya dengan target dana yang dibidik Rp220 miliar-Rp225 miliar. Dana yang diperoleh dari hasil IPO tersebut akan dipergunakan untuk memperbaharui armada perseroan, membuka rute baru serta ekspansi ke sejumlah bisnis turunan transportasi seperti kargo.

Pada saat ini, PT Eka Sari Lorena Transport telah melayani rute di 60 Kota yang tersebar di Pulau Jawa, Madura, Sumatera, dan Bali. Jika rencana IPO tersebut terwujud, PT Eka Sari Lorena Transport menjadi PO pertama yang resmi terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Eka Sari Lorena Transport dikabarkan membutuhkan suntikan dana sebesar Rp1 triliun untuk ekspansi usaha. Dari jumlah tersebut, Rp350 miliar untuk pembelian rangka dan sisanya untuk karoseri.

Peremajaan armada yang akan dilakukan tersebut salah satunya bertujuan untuk mensiasati jika pemerintah jadi mengeluarkan regulasi pembatasan operasional bus. "Bus yang usianya sudah 8 tahun akan kami remajakan semua karena kebijakan perusahaan mengharuskannya,"kata Dwi.

Konon kepentingan untuk segera melepas sebagian sahamnya kepada publik, kata Dwi karena ada mitra strategis di luar negeri yang telah diajak bicara untuk mengembangkan bisnis perusahaan dalam jangka menengah dan panjang.

Namun yang pasti, perseroan memiliki impian go inetrnasional. Sebut saja, rencana perseroan membuat anak usaha berupa maskapai penerbangan. Selain itu, perseroan yang merupakan bagian dari Grup Lorena berniat menjadi perusahaan terbuka agar lebih transparan dalam menjalankan bisnis. (bani)