BEI Klaim Soal Delisting Emiten Sudah Diatur - Investor Tidak Dirugikan

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penghapusan pencatatan saham emiten (delisting) yang sudah disuspensi selama dua tahun sudah ada aturan yang mengatur tentang hal tersebut. “Bursa sudah punya aturan yang jelas soal delisting emiten yang sudah dua tahun berturut-turut disuspensi. Itu aturannya bisa dilihat di website Bursa, ada pada aturan I-I Kep-308/BEJ/07-2004 tentang penghapusan pencatatan atau delisting dan pencatatan kembali saham di Bursa atau relisting,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Selasa (10/7).

Bahkan Ito memastikan, investor tidak akan terpengaruh dengan perusahaan yang tengah disuspensi ataupun didelisting. Alasannya, investor sebagai pemegang saham masih dapat menikmati aksi korporasi yang dilakukan perusahaan karena masih bisa menerima pembagian dividen serta masih memiliki perusahaan tersebut. “Yang diberhentikan kan transaksinya, tetapi perusahaan tetap akan beroperasi seperti biasa. Apapun yang terjadi meskipun perusahaan disuspensi ataupun didelisting, investor tetaplah pemegang saham atau sebagai pemilik perusahaan,” tuturnya.

Mengenai laporan keuangan yang belum dilakukan oleh emiten yang disuspensi, Ito mengatakan emiten tersebut bukanlah tidak melakukan laporan keuangan, melainkan belum melaporkan laporan keuangan.

Sebelumnya, lima emiten disuspensi oleh BEI yaitu PT Buana Listya Tama Tbk (BULL), PT Davomas Abadi Tbk (DAVO), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Panca Wiratama Sakti Tbk (PWSI), dan PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB).

Sehubungan dengan kewajiban penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang berakhir per 31 Desember 2011, dan merujuk pada ketentuan II.6.3, Bursa pun telah memberikan peringatan tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp150 juta atas keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan dimaksud.

Berdasarkan hal tersebut, Bursa menyuspensi efek di pasar reguler dan pasar tunai sejak 2 Juli 2012, sesi I perdagangan efek untuk BULL dan PT TRUB. Serta memperpanjang suspensi perdagangan Efek DAVO, MIRA, dan PWSI.

Adapun saat ini status saham BULL belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan belum melakukan pembayaran denda. Status DAVO belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan belum melakukan pembayaran denda dan sudah disuspen di seluruh pasar sejak 9 Maret 2012.

Kemudian status MIRA belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011, dan disuspen di pasar reguler dan pasar tunai sejak 30 Juni 2011. Selanjutnya status PWSI belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011 dan belum melakukan pembayaran denda dan disuspen di seluruh pasar sejak 4 April 2011. Sementara status TRUB belum menyampaikan laporan keuangan auditan 2011.

Kemudian soal perubahan jam perdagangan atau dimajukan setengah jam, kata Ito karena ingin

menyelaraskan jam perdagangan bursa Hongkong dan bursa Singapura. “Kita ingin selaraskan dengan mereka agar BEI tidak didikte dengan apa yang terjadi dengan di Hongkong dan Singapura,” ujarnya.

Saat ini, jadwal perdagangan saham di BEI, Senin - Kamis Sesi I dimulai 09.30 - 12.00 WIB. Sesi II 13.30 - 16.00 WIB, sedangkan Jumat Sesi I 09.30 - 11.30 WIB, dan Sesi II 14.00 - 16.00 WIB. (didi)

BERITA TERKAIT

Cyronium Klaim Tumbuhkan Omset UKM Hingga 40 Kali Lipat

Cyronium Klaim Tumbuhkan Omset UKM Hingga 40 Kali Lipat NERACA Jakarta - Cyronium adalah platform digital yang diciptakan untuk memfasilitasi…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Penggunaan Panel Surya Di Atap Bakal Diatur

  NERACA   Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan peraturan mengenai panel surya pemasangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…