Pasar Makin Menarik, Valbury Garap 2 IPO di Kuartal IV

NERACA

Jakarta - Meskipun badai krisis yang menimpa Eropa belum usai, namun pelaksanaan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) diperkirakan akan lebih menarik di semester II-2012. Hal tersebut juga didukung persiapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Menurut Managing Director PT Valbury Asia Securities, Johanes Soetikno, pelaksanaan IPO pada semester kedua akan lebih baik ketimbang paruh pertama tahun ini. “Hal ini karena persiapan PSAK perusahaan yang telah selesai dilakukan calon emiten. Lalu, kondisi bursa saham global yang cenderung lebih baik,”kata dia di Jakarta, Selasa (10/7).

Dengan demikian, dirinya optimis apabila BEI akan meraih target 25 emiten hingga akhir 2012. Dia memprediksi, kuartal empat akan lebih ramai untuk pelaksanaan IPO. Bursa saham global akan mendukung, karena bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung bergerak reli pada Agustus-Oktober 2012, terkait adanya pemilihan parlemen.

Sementara itu, Johanes menuturkan kalau Valbury Securities pada paruh kedua ini akan menangani dua IPO yang bergerak di sektor transportasi, PT Eka Sari Lorena Transport, dan perusahaan konstruksi. "Mereka (Lorena dan perusahaan konstruksi) mau menggunakan laporan keuangan Juni 2012 kalau memungkinkan," ujar dia.

Johanes mengatakan, perusahaan beraset Rp2 triliun ini berencana untuk menggunakan dana hasil IPO untuk ekspansi usaha. Lorena menargetkan mampu memperoleh dana sebesar Rp225 miliar dari sekitar 15%-20% saham yang dilepas ke publik.

Target tersebut lebih besar dari target perolehan dana awal, yaitu Rp150 miliar dari melepas 20%. Sebelumnya, Lorena sempat merencanakan untuk melakukan IPO pada kuartal I-2012. Namun, hal itu gagal terealisasi. Padahal tahun lalu, Lorena juga sempat merencanakan IPO di Oktober 2011.

Alasan kegagalan IPO sebelumnya ini dikarenakan kondisi pasar modal yang kurang kondusif. Sebelumnya diberitakan, perseroan akan menambah 500 unit chassis bus. Tahun lalu saja, mereka telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian dengan PT Mercedes-Benz Indonesia.

Menurut rencana, pesanan tersebut secara bertahap akan didatangkan hingga lima tahun mendatang. Untuk perusahaan konstruksi, Johanes hanya mengatakan nilai IPO yang menembus Rp800 miliar. Akan tetapi, dia belum mau menyebutkan nama perusahaan tersebut.

“Kami rencanakan keduanya bisa IPO pada kuartal IV-2012,” ulas Johanes. Hingga akhir tahun ini, Valbury Securities menargetkan melakukan penjaminan emisi IPO tiga sampai empat perusahaan dengan total penjaminan emisi efek mencapai Rp1 triliun-Rp1,5 triliun. Dua emiten sebelumnya yang sudah ditangani Valbury Securities adalah PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) dan PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO). [ardi]

BERITA TERKAIT

PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu…

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…