Bangun PLTU Banten, LBE Gelontorkan US$ 1 Miliar

Rabu, 11/07/2012

NERACA

Jakarta – PT Lestari Banten Energi (LBE) menginvestaikan dananya senilai US$ 1 miliar untuk pembanguan PLTU Banten. Pemberian investasi tersebut ditandai dengan pendatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) PLTU Banten berkapasitas 1 x 660 MW dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

PT LBE sendiri adalah Perusahaan Modal Asing (PMA) yang didirikan oleh Lestari Listrik Pte Ltd (95% saham) bersama mitra lokalnya yaitu PT Hero Inti Pratama (5% saham). Lestari Listrik Pte Ltd merupakan anak usaha dari Genting Berhad (Malaysia), khususnya di bawah Genting Energy yang bergerak di sektor energi.

”Total investasi kami (senilai) US$ 1 miliar, yang terdiri dari ekuitas sebesar US$ 250 juta, dan bank loan sebesar US$ 750 juta,” jelas Ling Eng Khiat, Direktur Genting Energy, dalam konferensi pers seusai acara penandatangan PPA tersebut, di Jakarta, Selasa (10/7).

Investasi dari LBE itu akan digunakan untuk memasang mesin atau peralatan boiler dengan teknologi supercritical boiler. Kemudian pinjaman bank akan didapatkan dari lima bank, yang terdiri atas Bank Malaysia dan Internasional, dan di masa depan akan ditambah dua bank lagi.

”Kita memperoleh pinjaman dari bank-bank seperti CIMB Malaysia, Maybank, Export-Import (Exim) Malaysia, RHB, dan Citibank (bank internasional). Dan ada satu dan dua bank lagi yang sedang berunding. Kita mencari bank yang memberi suku bunga (pinjaman) rendah,” ujar Eng Khiat.

Pengadaan proyek ini dilakukan melalui proses pelelangan umum dengan skema BOOT (Build, Own, Operate, and Transfer), di mana pembangkit ini nantinya akan dimiliki PLN setelah masa kontrak 25 tahunnya selesai. Proyek ini akan dibangun tanpa jaminan pemerintah (government guarantee) dan diperkirakan akan mencapai financing date pada 12 bulan setelah penandatanganan PPA ini.

“Level rating PLN sudah naik menjadi investment grade sehingga PT Genting Energy bersedia untuk investasi tanpa jaminan pemerintah. Kemudian dengan adanya dukungan dari banyak bank, maka janji PT Genting akan financial closing dalam 12 bulan bukanlah sesuatu yang susah. Paling yang menjadi masalah pertama adalah (soal) pembebasan tanah,” tutur Nur Pamudji, Direktur Utama PT PLN (Persero).

Minat Investasi

Kalau dari sisi PT Genting Energy, bahwa mereka berminat untuk investasi di Indonesia karena mereka percaya bahwa perekonomian Indonesia akan terus tumbuh. ”Dan kami masih ingin investasi di bidang lainnya juga di Indonesia,” ujar Eng Khiat.

PLTU ini sendiri akan didirikan di Serang, Banten. Ini akan dioperasikan untuk menyuplai energi listrik ke sistem Jawa – Bali sebesar 4380 GWh per tahun, dan Commercial Operation Date (COD)-nya dijadwalkan pada 57 bulan setelah penandatanganan ini.

Setelah PPA ini, PLN mengharapkan agar PLTU Banten dapat segera dibangun. ”PLN berharap bahwa setelah penandatangan PPA ini, pihak PT LBE dapat segera melakukan proses pembangunan PLTU Banten yang berkapasitas 660 MW. Semakin cepat dibangun dan dioperasikan maka pasokan listrik di sistem Jawa-Bali akan semakin andal dan membantu PLN dalam menekan rasio penggunaan BBM. Lalu semakin cepat selesai maka akan ada hak untuk ekspansi kedua, karena memang kapasitas 600 Mega Watt akan membutuhkan dua unit yang berdampingan,” terang Nur lagi.

PLN juga mengharapkan bahwa nantinya PT LBE akan menggunakan komponen atau produk dalam negeri sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian tentang Kelistrikan. ”Nantinya pemakaian produk dalam negeri akan dimasukkan ke RFP dan semua perusahaan yang bekerja sama dengan PLN diwajibkan melaksanakan ini,” tegas Nur.

Untuk informasi, bahwa tarif dasar jual beli tenaga listrik yang disepakati, dan telah disetujui oleh Menteri ESDM adalah sebesar 5,99 cUSD/kWh.

Topik Terkait

genting energy