Tri Banyan Tirta Targetkan Pendapatan 2012 Melonjak 100%

Rabu, 11/07/2012

NERACA

Jakarta – PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO) menargetkan pendapatan sampai dengan akhir tahun sebesar Rp 250 miliar. Jumlah tersebut meningkat hampir 100% dari realisasi pendapatan perseroan di tahun ini sebesar Rp 129,52 miliar.

Direktur Utama ALTO, Bhakti Salim mengatakan dana yang diperoleh dari penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp 63 miliar akan digunakan untuk aksi korporasi pengembangan ke distribusi serta pengembangan produk baru di awal 2013, “Dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan daerah distribusi dan peningkatan modal kerja. Jadi kami akan memiliki akses ketersediaan produk," katanya di Jakarta, Selasa (10/7).

Perusaan produsen air mineral berencana melakukan pengembangan awal di wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. Kemudian ke depannya akan mengembangkan ke seluruh Indonesia bagian barat dan ke seluruh wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Kata Bhakti, untuk jaringan distributor, saat ini perseroan sudah memiliki sekitar 600 multidistributor dan akan dikembangkan menjadi 1.500 multidistributor di tahun ini. Bhakti juga mengatakan pihaknya akan menggunakan 15% dari dana IPO untuk menambah armada distibusi. "Sisa pengembangan bisnis akan kami peroleh dari pinjaman dana perbankan. Saat ini kami masih melakukan negosiasi dan seharusnya di akhir bulan ini pinjaman perbankan sudah didapatkan," tuturnya.

Sementara itu, penjamin emisi IPO ALTO PT Valbury Securities mengungkapkan, pergerakan saham ALTO yang menebus batas atas harga sahamnya (auto rejection) dan dihentikan sementara perdagangan sahamnya dinilai karena tiga hal. Ke depannya saham emiten dari sektor barang konsumsi ini akan prospektif bagi investor.

Managing Director PT Valbury Asia Securities, Johanes Soetikno, mengatakan hal pertama yang menyebabkan saham ALTO mengalami kenaikan 50% dari harga perdana adalah potensi keuntungan yang didapatkan investor ketika membeli harga sahamnya baik di pasar perdana maupun di pasar sekunder setelah pencatatan saham perdana dilaksanakan.

Adapun hal kedua adalah sedikitnya jumlah saham yang dilepas ke publik. "Sedangkan hal ketiga adalah lini bisnis yang bergerak di sektor barang konsumsi memang memiliki prospek positif secara jangka panjang," ungkap Johanes.

Lini bisnis perseroan yang bergerak di sektor barang konsumsi dinilainya memang prospektif, khususnya karena lebih dari 60% perekonomian Indonesia disumbang dari konsumsi domestik. Hal tersebut membuat saham-saham di sektor ini memang terus diminati."Ke depannya minatnya kemungkinan masih baik. Apalagi secara historis, saham yang dulu bergerak di sektor yang sama, PT Aqua Golden Mississippi, pernah memberikan capital gain yang luar biasa bagi investor dan dividen yang dibagikan setiap tahunnya juga menguntungkan investor," tambah Johanes.

Apalagi saham ALTO juga kelebihan permintaan dari investor sebanyak 78 kali dari total 300 juta lembar saham yang ditawarkan kepada investor ketika proses pembentukan harga (bookbuilding) dilaksanakan.

Makanya Johanes juga mengatakan sebenarnya jika total emisinya dinaikkan Rp 100 miliar - Rp 200 miliar memungkinkan untuk dilakukan dari total emisi penawaran saham perdana (initial public offering) Rp 63 miliar. "Mayoritas saham ditawarkan ke investor domestik, namun ada juga investor asing yang menyerap saham yang ditawarkan. Investor asing dari Dubai, Perancis dan sebagainya. Kami tidak melakukan roadshow namun mereka sendiri yang datang dan tertarik untuk membeli saham perseroan," pungkas Johanes.

Sekedar informasi, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 129,52 miliar pada 2011 dan Rp125,49 miliar di 2010. Laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 3,24 miliar pada 2011 dan Rp 3,15 miliar di 2010. Aset perseroan mencapai Rp 213,20 miliar pada 2011 dan Rp 187,35 miliar di 2010. Kewajiban perseroan mencapai Rp 100,89 miliar pada 2011 dan Rp 105,89 miliar di 2010. (didi)