IHSG Rabu Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Aksi borong investor terhadap saham-saham unggulan masih diakhir perdagangan Selasa kemarin, mampu mengangkat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 24,633 poin (0,62%) ke level 4.009,678. Sedangkan Indeks LQ45 ditutup menguat 5,352 poin (0,79%) ke level 685,900.

Sepanjang perdagangan Selasa kemarin, indeks bergerak fluktuatif dan investor asing kurang bersemangat melakukan transaksi. Alhasil transaksi hanya tercatat tipis dan transaksi asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 72,425 miliar di seluruh pasar.

Masih berlanjutnya sentimen positif dengan adanya kepastian penyelesaian krisis Eropa, memberikan keyakinan pelaku pasar untuk melanjutkan transaksi dengan memburu saham-saham lapis dua.

Kendatipun perdagangan Rabu dikhawatirkan tidak ramai, karena ada libur Pilkada DKI Jakarta. Namun indeks Rabu tetap diprediksi akan bergerak rally dengan tren menguat di level 4.009-4.100. Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 102.377 kali pada volume 4,81 juta lot saham senilai Rp 3,38 triliun. Sebanyak 143 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 10.000 ke Rp 192.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 22.650, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 400 ke Rp 15.900, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 400 ke Rp 6.300.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 59.200, Hexindo (HEXA) turun Rp 300 ke Rp 8.400, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 23.350, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 49.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI menipis 5,901 poin (0,15%) ke level 3.979,144. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 1,108 poin (0,17%) ke level 679,440. Pergerakan indeks mengikuti pasar saham regional.

Begitu pasar Asia berjatuhan, indeks juga langsung ikut serta. Koreksi terjadi akibat melemahnya permintaan impor China dan sikap skeptis terhadap penyelamatan Spanyol oleh Uni Eropa. Meski marak aksi jual, beberapa saham di sektor agrikultur, properti dan infrastruktur masih diincar sehingga mampu bertahan di zona hijau. Sedangkan koreksi terbanyak diderita sektor tambang.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.549 kali pada volume 2,383 juta lot saham senilai Rp 1,528 triliun. Sebanyak 93 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 6.000 ke Rp 188.000, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 350 ke Rp 6.250, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 22.100, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 23.200, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 22.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 59.750, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 15.200.

Kemudian pada awal perdagangan, IHSG BEI naik 2,22 poin atau 0,06% ke posisi 3.987,26. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,57 poin (0,08%) ke level 681,11, “IHSG bergerak menguat terbatas dipicu aksi beli selektif sehingga berpeluang menopang pergerakan IHSG hari ini," kata pengamat pasar Milenium Danatama Sekuritas Abidin.

Dia menambahkan, investor mengambil posisi beli selektif setelah saham-saham mengalami tekanan pada perdagangan kemarin hampir dua persen. Kendatipun demikian, dirinya sempat menghimbau agar pelaku pasar juga harus tetap waspada terhadap risiko hutang Spanyol, setelah yield obligasinya yang berjangka 10 tahun kembali menyentuh level tujuh persen.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menambahkan, investor juga diharapkan mencermati perkembangan krisis utang di Eropa setelah yield obligasi Spanyol meningkat.

Kondisi itu, lanjut dia, dapat menjadi ancaman pemangkasan peringkat investasinya seiring dengan belum adanya kepastian penanganan krisis utang di Eropa. "Di eropa belum ada perubahan signifikan terhadap penanganan krisisnya, sehingga kondisi itu dapat membuat pelaku pasar kembali menarik asetnya dari pasar," kata dia.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 8,37 poin (0,04%) ke level 19.436,46, indeks Nikkei-225 naik 23,68 poin (0,27%) ke level 8.920,56 dan Straits Times menguat 17,92 poin (0,61%) ke level 2.947,00.(bani)

Related posts