Konsumen Terbebani Biaya RTGS

NERACA

Surabaya--- Bank Indonesia (BI) melakukan kajian mengenai pemberlakuan biaya charge yang dikenakan pada konsumen terkait transfer dana. Alasanya, selama ini BI melihat pengenaan biaya oleh perbankan terlalu tinggi hingga membebani. "Saya gemas lihat transfer (Real Time Gross Settlement) bagaimana bank mencharge masyarakat,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas, di Surabaya.

Padahal, kata Ronald, biaya transfer resmi yang dikenakan kepada pelanggan sebenarnya murah. Namun anehnya saat ada keterlambatan menjadi tinggi. “Dari BI cuma Rp7 ribu kalau siang terlambat Rp15 ribu. Namun begitu masyarakat transfer kenanya lebih tinggi, bilangnya kebijakan BI," ungkapnya

Ronald melanjutkan saat ini BI tengah mengkaji besaran ideal charge untuk biaya RTGS maupun Sistem Kliring Nasional (SKN) ini. Dalam SKN, bank mencharge biaya pemindahan dana sekitar Rp5 ribu dimana BI hanya menetapkan Rp1.000.

Dia menambahkan, kajian tersebut akan selesai setelah RTGS 2 diluncurkan pada tahun ini. Adapun penetapan aturan ini dimaksudkan memberi kenyamanan pada konsumen dalam sistim keuangan."Kita lihat kesiapan perbankannya gimana karena kalau perbankannya tidak efisien lalu membebankan ke masyarakat, itu tidak benar," paparnya.

Sebagaimana diketahui, RTGS 2 yang akan segera diluncurkan BI diyakini memiliki keunggulan lebih cepat, canggih, menggunakan sistem terbaru, compatible dengan sistem lain di regional dan multi currency. RTGS 2 pun dimaksudkan menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. **cahyo

BERITA TERKAIT

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi - Sepanjang Tahun 2018

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi Sepanjang Tahun 2018 NERACA Sukabumi - Sepanjang tahun 2018, kasus pengaduan…

Harga BBM Nonsubsidi di RI Lebih Mahal dari AS dan Malaysia: Eksploitasi Konsumen?

Oleh: Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Sejak awal 2018 harga minyak mentah dunia naik pesat…

Pemahaman Masyarakat Mengenai UU Konsumen Dinilai Rendah

Pemahaman Masyarakat Mengenai UU Konsumen Dinilai Rendah NERACA Palembang - Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan menilai tingkat pemahaman masyarakat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

DP 0% Kendaraan Bermotor High Risk

  NERACA   Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla menilai kebijakan uang muka atau "down payment" (DP) nol…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…