Sehat Dengan Murah dan Berkualitas

Obat Generik Berlogo :

Sabtu, 14/07/2012

NERACA

Pandangan sumbang yang menilai bila kualitas obat generik bermutu rendah, semurah harga yang ditawarkan, jelas sebuah kesalahan besar. Terlebih bila obat generik dipandang sebagai obat khusus masyarakat kurang mampu, jelas sangat menyesatkan. Karena akhirnya masyarakat terjebak pada sikap tidak efisien saat membeli obat yang berkualitas dan harga terjangkau.

Produk obat memang berbeda dengan produk lainnya, yang umumnya menilai semakin tinggi harga produk maka semakin baik kualitasnya. Lalu bagaimana obat generik dapat lebih murah namun memiliki kualitas sebanding dengan obat bermerek lainnya? Yuk kita simak ulasan seputar Obat Generik Berlogo (OGB).

Obat generik adalah sebutan bagi obat yang telah habis masa paten sehingga berhak diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa harus membayar royalti. Jenisnya ada dua yakni bermerek dagang dan berlogo. Nah dinamakan Obat Generik Berlogo atau OGB karena obat ini berciri sebuah logo lingkaran hijau bergaris putih dengan tulisan, GENERIK dibagian tengahnya.

Sedangkan obat paten adalah produk obat dari sebuah perusahaan farmasi yang telah menemukan kimiawi suatu jenis obat. Nah untuk melindungi kekayaan intelektual atas penemuan yang dilakukan maka formulasi kimiawi tersebut dipatenkan, maka jadilah obat paten. Umumnya paten berlaku selama 20 tahun, dimulai sejak obat ini diluncurkan ke pasar dan digunakan oleh manusia.

Dengan hak paten yang dimiliki, perusahaan farmasi yang memproduksi obat bermerek dapat meraup keuntungan besar dengan harga produk yang mahal. Mahalnya harga obat bermerek karena selain dijual tanpa persaingan dalam menetapkan harga, pemilik hak paten juga harus menutup besarnya biaya yang telah dikeluarkan sejak penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan. Bahkan besarnya biaya promosi turut mendongkrak harga obat bermerek dipasaran.

Padahal setelah hak atas paten berakhir, semua industri farmasi memiliki hak untuk memproduksi dan memasarkan produk sekelas kualitas hak paten. Obat yang diproduksi berdasarkan salinan kimiawi obat patent tersebut hadir dalam pelbagai merek dagang dan dikenal dengan nama Obat Generik Berlogo (OGB).

Bagaimana soal kualitas? Tentu saja tak kalah dengan obat bermerek lainnya bahkan dijual dengan harga terjangkau. Artinya kualitas terbaik identik dengan harga yang mahal menjadi pandangan yang salah kaprah.

Namun untuk memproduksi OGB tidak pula semudah membalikan telapak tangan. Karena semua perusahaan farmasi yang memproduksi OBG wajib mengikuti persyaratan dalam Cara Pembutan Obat yang Baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dan lulus uji bioavailabilitas/bioekivalensi (BA/BE) dalam menjaga mutu obat generik.

Studi BE dilakukan agar dapat membandingkan profil pemaparan sistematik (darah) dengan bentuk tampilan berbeda-beda, seperti tablet, kapsul, sirup, salep, dan sebagainya. Sedangkan pengujian BA dilakukan untuk mengetahui kecepatan zat aktif dari produk obat yang diserap oleh tubuh ke sistem peredaran darah. Selain harga murah, kualitas terbaik dan tingkat keamanan yang terjamin. Karenanya produk OGB tidak memerlukan resep dokter dan dapat dibeli langsung oleh masyarakat luas dipasaran.

Keamanan produk OGB dapat dilihat dengan transparannya keterangan secara jelas, baik kontra indikasi, indikasi, serta efek samping dari obat yang akan kita beli yang akan membantu masyarakat memilih produk berlogo lingkaran hijau yang dianggap cocok.

Dalam mengantisipasi melonjaknya kebutuhan OGB, produsen obat Indonesia pun telah mampu memenuhinya. Bahkan beberapa diantaranya telah melakukan eksport produk obat ke sejumlah negara ASEAN dan Afrika. Karena itu, masyarakat tak perlu ragu menyandarkan harapan terwujudnya tingkat kesehatan melalui produk OGB. Maka semboyan health for all menjadi langkah nyata yang dipersembahkan bagi kesehatan anak bangsa dalam menggapai cita-cita negeri.