Pasar Bagus, MNC Securities Dapat Gawean IPO dan Obligasi

NERACA

Jakarta – Keyakinan industri pasar modal masih tumbuh positif ditengah khawatiran pelaku pasar akan dampak dari krisisi Eropa, tidak membuat bisnis PT MNC Securities berjalan lambat. Bahkan perseroan tengah disibukkan menangani penerbitan obligasi korporasi dan pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO) pada semester kedua 2012.

Direktur PT MNC Securities Tien mengatakan, minat IPO dan penerbitan obligasi masih tinggi seiring dengan kondisi pasar dalam negeri yang cenderung masih baik, “Ada lebih dari dua perusahaan yang akan kita tangani untuk penawaran obligasi. Mayoritas perusahaan itu kebanyakan bergerak di sektor jasa, kita juga sudah dapat mandatnya,”ujarnya di Jakarta, Senin (9/7).

Menurutnya, penerbitan obligasi saat ini akan marak pada semester kedua, seiring kebutuhan pendanaan dan performa perusahaan yang cenderung terus melakukan ekspansi. Salah satu perusahaan yang akan ditangani yakni penawaran obligasi PT MNC Finance. "Performa perusahaan Indonesia masih bagus sehingga kebutuhan pendanaan tetap ada, penyerapannya juga masih ada dan pasar cukup baik, tingkat suku bunga (BI rate) juga dinilai masih menarik," paparnya.

Meski demikian, Tien belum dapat mengungkapkan lebih detail terkait rencana penanganan beberapa penerbitan oblgasi dan IPO. Sebelumnya perseroan telah menangani tiga emiten untuk penawaran obligasi dengan nilai sekitar Rp3 triliun pada semester pertama 2012.

Sementara, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menambahkan, penerbitan obligasi pada semester II 2012 diperkirakan ramai seiring dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih di level 5,75%, “Diperkirakan, penerbitan obligasi pada semester ke dua tahun ini akan semakin ramai. Apalagi, jika Bank Indonesia (BI) menahan BI rate di level saat ini di posisi 5,75 persen," paparnya.

Dia menambahkan, tahun ini pihak Bursa menargetkan pencatatan obligasi senilai Rp30 triliun. Sepanjang tahun ini total emisi Obligasi yang sudah tercatat sebanyak 42 Emisi dari 37 Emiten senilai Rp41,124 triliun. "Hingga saat ini, Bursa sudah melampaui target nilai emisi obligasi," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah menyampaikan optimistis target IPO yang ditetapkan sebanyak 25 emiten bakal tercapai, meski kondisi perekonomian global saat ini tidak menentu, “Saat tidak ada khawatiran dan kami tidak akan revisi target IPO, karena yakin akan tercapai tahun ini,”paparnya.

Menurut Ito, pihaknya mengakui situasi perekonomian global ini yang tidak menentu dan akan tetap berimbas ke pasar modal nasional. "Namun, kita jangan pernah takut dengan kondisi perekonomian global ini," ujarnya. (bani)

Related posts