Rencana Awal Proyek JSS Pakai Non-APBN

Rencana Awal Proyek JSS Pakai Non-APBN

Jakarta—Pemerintah menilai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) sejak awal memang direncanakan berasal dari dana Non APBN. Alasanya mengingat dana APBN yang terbatas. "Usulan menkeu dari sejak awal langsung dibiayai APBN. Persoalannya dari awal kita mengatakan non-APBN," kata Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (9/7)

Lebih jauh Hatta menegaskan dana pembangunan JSS tersebut tidak menggunakan dana APBN. Karena masih banyak infrastruktur lain yang belum bisa dipenuhi oleh dana APBN. "Karena masih banyak, kita membangun infrastruktur desa, jembatan gantung untuk anak-anak sekolah yang ekonominya sulit," tambahnya

Dikatakan Hatta, pemerintah khawatir penggunaan APBN, bias membuat pembangunan infrastruktur lain yang direncanakan akan terbengkalai. "Kalau kita mau bicara dianggarkan dari APBN 2013 sudah mau selesai pasti tidak mungkin," paparnya

Menurut Hatta, jika memang ingin menggunakan dana APBN, berarti harus dimasukkan ke dalam APBN 2014. Selain itu, lanjut dia, permasalahan akan terjadi di DPR, karena jika pembangunan infrastruktur besar dengan dana APBN, tak jarang daerah akan meminta. "Nanti DPR-nya bertanya, saya di daerah sana lebih membutuhkan ini dan itu, pembahasannya panjang. Jadi kalau APBN kita kuat untuk membiayai itu, infrastruktur lain pedesaan, irigasi, infrastruktur, jembatan di kampung, kelurahan itu selesai, maka kita bangun prioritas yang lain. Dari awal itu di desain, non APBN," imbuhnya.

Namun demikian Hatta mengakui biaya studi kelayakan proyek pembangunan JSS masih dalam pembahasan pemerintah. "Kalau dari kita sendiri, resikonya dari awal pemerintah harus mengeluarkan dari APBN dan itu triliunan rupiah," tegasnya.

Dikatakan Ketua umum PAN, biaya studi kelayakan pembangunan jembatan yang melintasi Selat Sunda itu sebaiknya ditanggung oleh pemenang tender proyek tersebut.

Namun, biaya tersebut akan diganti pemerintah jika pembatalan dilakukan oleh pemerintah secara sepihak. Pemerintah belum satu suara terkait biaya studi kelayakan proyek JSS itu. Kementerian Keuangan sebelumnya meminta pemerintah membiayai studi kelayakan dari dana APBN.

Sementara menurut Hatta, hal tersebut akan memakan waktu lama karena harus mendapat persetujuan DPR. Terkait hal tersebut, Hatta mengatakan pemerintah masih terus mengkaji untuk menemukan jalan tengah.

JSS merupakan salah satu agenda utama dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Megaproyek pembuatan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu rencananya akan dimulai pada 2014. **cahyo/ria

BERITA TERKAIT

AWAL MUSIM HUJAN TERLAMBAT

Warga memeriksa selang air irigasi sawah saat menyusutnya debit air Waduk Gajah Mungkur karena kemarau panjang di Wuryantoro, Wonogiri, Jawa…

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar NERACA Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, pada 2018 menargetkan penerimaan dari…

Menkeu Usulkan Asumsi Kurs Rp 15.000 di APBN 2019 - BANK INDONESIA PREDIKSI NILAI TUKAR RP 14.800-RP 15.200 PER US$

Jakarta-Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali mengusulkan perubahan asumsi makro pada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Komoditas Pangan Berkualitas Perlu Perhatian Capres

  NERACA   Jakarta - Banyak kajian yang menunjukkan bahwa dengan semakin berlipatnya jumlah populasi di dunia, maka persaingan antarnegara…

Pemerintah Keluarkan Moratorium Izin Lahan Sawit

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan moratorium izin pelepasan kawasan hutan untuk…

Pemerintah Alokasikan Dana Khusus untuk Museum

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi sejumlah museum milik pemerintah…