Semester Dua, Adhi Karya Siapkan Belanja Modal Rp 250 Miliar

NERACA

Jakarta - Emiten konstruksi dan pengembang properti milik negara, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan akan menyerap seluruh belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini senilai Rp 250 miliar pada semester kedua tahun ini.

Sekretaris Perusahaan ADHI Amrozi Hamidi mengatakan, perseroan pada semester pertama tahun ini belum menggunakan belanja modalnya yang dianggarkannya senilai Rp 250 miliar. "Belanja modal di semester I belum ada yang kita gunakan,"katanya di Jakarta, Senin (9/7).

Lebih lanjut Amrozi menuturkan, dana belanja modal tersebut sesuai dengan strategi perusahaan digunakan pada paruh kedua tahun ini. Seperti diketahui, porsi target kontrak baru perseroan sebesar 92% dari total target kontrak baru tahun ini atau setara Rp 12,4 triliun merupakan kontrak yang berasal dari pemerintah.

Sedangkan sisanya 8% atau setara Rp 1,1 triliun dari swasta. Adapun, porsi kontrak dari pemerintah pusat mencapai 43% atau Rp 5,33 triliun, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar 33% atau setara Rp 4,09 triliun dan pemerintah daerah sekira 16% atau Rp 1,98 triliun.

Sementara untuk kontrak baru dari pemerintah, Amrozi menjelaskan, biasanya paling banyak terjadi pada semester II tiap tahunnya. Dengan demikian, perseroan baru menggunakan belanja modalnya di semester II tahun ini. Dana belanja modal perseroan tersebut berdasarkan rencana akan digunakan untuk realti, properti, dan konstruksi.

ADHI hingga semester I tahun ini berhasil memperoleh kontrak baru mencapai Rp 4,5 triliun. Nilai ini baru sekira 33,33% dari target kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp 13,5 triliun. Kata Amrozi, perseroan optimistis bisa mencapai target kontrak baru tersebut hingga penghujung tahun ini. "Anggaran untuk proyek pemerintah biasanya baru cair pada Juli-Oktober tahun ini, sehingga perolehan kontrak dari pemerintah akan lebih banyak di semester II," ujarnya.

Porsi kontrak baru dari pemerintah pada tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, yang sebanyak 88%. Menurut Amrozi, naiknya porsi kontrak baru dari pemerintah pada tahun ini lantaran meningkatnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

Perolehan kontrak baru perseroan pada Juni tahun ini, diantaranya berasal dari proyek infrastruktur Aceh senilai Rp 120 miliar, pembangunan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor senilai Rp 48 miliar dan pembangunan rumah sakit di Jakarta senilai Rp 5 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

Metrodata Merger Dua Anak Usaha - Tingkatkan Daya Saing

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dan menekan efisiensi, dua entitas bisnis PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL),…

MNC Edukasi Pasar Modal di UPI Bandung

Komitmen untuk meningkatkan literasi keuangan di pasar modal, MNC Asset Management belum lama ini menggelar eduasi investasi pasar modal di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…