Permasalahkan Etika, IPO Semen Baturaja Terancam Molor

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta – Sejatinya PT Semen Baturaja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipersiapkan untuk listing di pasar modal semester kedua tahun ini, terancam mundur dari jadwal. Pasalnya, rencana tersebut dihambat soal pengangkatan direksi perseroan yang dinilai melanggar aturan UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Erik Satya Wardhana mengatakan, rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Semen Baturaja terancam molor, “Potensi mundurnya jadwal IPO Semen Baturaja karena persoalan pengangkatan persero bertentangan dengan UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN,” katanya di Jakarta, Senin (9/7).

Kata Erik, dalam surat keputusan Menteri BUMN nomor KEP-236/MBU/2011, tidak dibunyikan Menteri BUMN sebagai RUPS melainkan Menteri BUMN sebagai pemegang saham. Seharusnya dalam SK itu dibunyikan Menteri BUMN selaku RUPS.

Berikutnya DPR, lanjut Erik menunggu niatan baik dari Menteri BUMN untuk memberikan penjelasan tersebut. Menurutnya, DPR mengendaki niat baik dari Menteri BUMN agar proses privatisasi BUMN dapat berjalan dengan baik.

Dia mengakui perbaikan tersebut bukan persoalan menang atau kalah, melainkan persoalan etika, “Ini komitmen kita untuk memperbaiki cara-cara yang konvensional agar baik bagi masyarakat," ungkapnya.

Erik mencontohkan ada beberapa pengangkatan jajaran direksi BUMN, di mana Menteri BUMN hanya menggunakan UU Perseroan Terbatas (PT). Padahal, Menteri BUMN seharusnya mengacu pada UU BUMN.

Dalam SK Menteri BUMN Nomor KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011 itu disebutkan tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN sebagai Wakil Pemerintah Selaku Pemegang Saham/RUPS/ pada perusahaan perseroan dan perseroan terbatas serta pemilik modal pada perusahaan umum kepada Direksi, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian BUMN. "Memang SK itu telah dicabut dan diganti dengan SK 164, 165, dan 166. SK-SK ini juga sudah dicabut oleh Pak Dahlan Iskan,"paparnya.

Asal tahu saja, PT Semen Baturaja dijadwalkan IPO pada kuartal III-2012 dengan saham yang akan ditawarkan maksimal sebanyak 35% dan dana yang ditargetkan sebesar Rp 1,2 triliun. Untuk IPO tersebut, perseroan akan menggunakan laporan keuangan priode Juni 2012.

Semen Baturaja Sendiri menjadi salah satu perusahaan plat merah yang akan mengawali listing di pasar modal. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Bahana Securities, "Penjamin emisi IPO Baturaja adalah Bahana sebagai "joint lead consortium" bersama dengan PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sebagaimana diketahui, dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk investasi pembangunan pabrik baru. Dimana Semen Baturaja butuh dana untuk ekspansi peningkatan kapasitas tambahan pabrik sebesar 1,5 juta ton, sehingga total kapasitas pabrik mencapai 3,5 juta ton per tahun

Kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Privatisasi dan Perencanaan Strategis, Pandu Djayanto, pembangunan pabrik baru berkapasitas 1,5 juta ton semen per tahun hingga akhir tahun 2015, “Sesuai rencana bisnis, perusahaan yang berlokasi di Sumatera Selatan ini menerapkan strategi pertumbuhan cepat dan berkelanjutan atau sustainability rapid growth strategy), “ujarnya.

Asal tahu saja, pada 2012 perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp1,109 triliun naik dari Rp1,05 triliun pada 2011. Saat bersamaan laba bersih diproyeksikan mencapai Rp283 miliar, dari sebelumnya Rp248 miliar. (bani)