SMI Masih Prioritaskan Infrastruktur Jawa

Investasi Capai Rp1.150 T

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta---Prioritas pembangunan infrastruktur di Pulau Jawa dan Kawasan Barat Indonesia masih menjadi prioritas pendanaan. Karena itulah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) masih membiayai sekitar 73 % sampai bulan Juni 2012. "Nilai dari fasilitas pembangunan infrastruktur tersebut Rp.1,150 triliun dibagi dalam empat sektor yaitu ketenagalistrikan, migas, telekomunikasi, air minum, irigasi, dan transportasi," kata Direktur Utama SMI Emma Sri Martini di Jakarta, Senin.

Berdasarkan catatan, total proyek infrastruktur yang didanai oleh SMI pada tahun ini adalah Rp.1,577 triliun yang dibagi dalam 17 proyek. Proyek-proyek yang mendapat fasilitas pendanaan tersebut antara lain adalah pembangkit listrik Indobarai gas methana (Rp.4,490 miliar), Tanjung Batu (Rp.18 miliar), Jabung ring dyke paket 1-2 (Rp.40 miliar), rehabilitasi, penambahan dan pengadaan air minum (Rp.150 miliar), pembangunan jalan Jeneponto-Bantaeng (Rp.20 miliar), pembangunan tower BTS (Rp.200 miliar), Petronas Carigali (Rp.17,050 miliar).

Di Indonesia bagian barat, nilai proyek ketenagalistrikan yang dibiayai SMI mencapai Rp.446 miliar, telekomunikasi Rp.200 miliar, migas Rp.254 miliar, untuk air minum Rp.200 miliar, sementara irigasi Rp.40 miliar, dan sisanya sebanyak Rp.10 miliar untuk transportasi. Sementara itu di Indonesia bagian timur yang nilai proyeknya hanya Rp.428 miliar terbagi dalam proyek ketenagalistrikan Rp.267 miliar, migas Rp.136 miliar, jalan Rp.20 miliar dan transportasi sekitar Rp.4 miliar. "Proyek yang akan kami biayai selanjutnya adalah pembangunan sarana prasarana pelabuhan curah kering dan logistik di Pelabuhan Gresik senilai Rp.10 miliar," tambahnya

Selain di Pelabuhan Gresik, kata Emma, SMI juga akan menambah dana untuk rehabilitasi dan pengadaan air minum sebesar Rp.50 miliar, PLT Mini Hidro 3x1 MW sebanyak Rp.112,225 miliar, pembangkit listrik tenaga air Rp.152,397 miliar, pembangkit listrik tenaga minihydro Rp.127,624 miliar.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT SMI Farida Astuti mengakui perseroan membutuhkan dana penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp2 triliun untuk membiayai proyek infrastruktur yang saat ini sudah teridentifikasi sebesar Rp5,7 triliun pada tahun anggaran 2013. "Dana sebesar Rp5,7 triliun yang kami butuhkan merupakan fasilitas yang sudah kami identifikasi untuk dibiayai," ungkapnya

Menurut Farida, dalam kurun satu sampai dua tahun ke depan proyek infrastruktur yang digarap SMI akan mampu merampungkan hingga 50% atau setara dengan Rp2,85 triliun. "Kalau untuk total komitmen sampai Juni 2012 sudah mencapai Rp2,2 triliun dari modal disetor sebesar Rp2 triliun. Kekuarangan dana ini menggunakan retained earning," ucapnya.

Sepanjang 2012, menurut Farida, sudah ada delapan proyek infrastruktur yang sudah dikerjakan SMI, namun seluruhnya masih berada pada level basic infrastruktur. "Proyek ini hampir semua kami yang membiayai, seperti tenaga listrik yang memang paling banyak dibutuhkan masyarakat. Proyek kelistrikan ini lebih banyak kesiapannya di Indonesia bagian barat," tuturnya

Farida menjelaskan peran SMI dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah untuk menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia, memberikan alternatif sumber pendanaan pembiayaan proyek, menjadi penggerak public private partnership dalam pembiayaan infrastrktur serta menarik pihak swasta untuk menjadi mitra dalam meningkatkan pembiayaan pembangunan infrastruktur. **bari