Askrindo Raup Untung Dari Bunga Deposito - Terkait Penempatan Dana Rp7 Miliar

NERACA

Jakarta – Langkah PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menempatkan dana investasi sebesar Rp 7 miliar kepada PT Supra Surya Asset Investment dinilai justru menguntungkan. Karena mendapat bunga deposito sebesar 14%. “Surat penawaran investasi dari PT Supra Surya Aset Investment itu akan mendapatkan keutungan bunga deposito sebesar 14%,” kata Kepala Seksi Analisis dan Penempatan Dana Investasi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Legawa saat menjadi saksi terhadap terdakwa Direktur Utama Harvestindo Asset management T. Helmy Azwari.

Menurut Legawa, penempatan investasi tersebut terdapat di Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), berdasarkan analisa yang dianalisis oleh Legawa bahwa dengan penempatan investasi ini akan mendapatkan keuntungan dari bunga sebesar 14% pertahun dari dana sebesar Rp 5 miliar, dimana pengembalian uang Rp 5 miliar ini diperjanjikan selama 1 tahun. "Sebagai analisis, kami melihat dengan memanfaatkan fund di pasar modal dan peluang di pasar modal dengan perhitungan resiko-resiko yang akan terjadi," katanya dalam kesaksiannya di Hadapan Majelis Hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta. Senin (09/07)

Legawa menjelaskan analisa yang dibuatnya merupakan melalui analisa dokumen saja, tidak melalui survey lapangan. Selain itu, dia menganalisa bahwa kondisi pasar modal yang baik pada waktu itu (2004) dimana bunga deposito dibawah 14%, kisaran 12% bunga depositonya. "Mengenai layak atau tidaknya mengenai penempatan investasi ini, kami belum bisa pastikan layak atau tidak dikarenakan kami hanya menganalisa melalui potret dokumen saja," ungkapnya.

Lebih jauh Legawa menuturkan uang sebesar Rp 3 miliar sudah dikembalikan oleh PT Supra Surya Asset Investment kepada PT Askrindo sedangkan uang sebesar Rp 5 miliar belum dikembalikan oleh PT Supra Surya Asset Investment. "Setelah saya pindah, pengembalian uang tersebut belum jatuh tempo jadinya saya tidak mengetahui kelanjutan pengembaliannya dikarenakan saya sudah pindah menjadi kepala seksi keuangan PT Askrindo di Cikini," ujarnya

Dikatakan Legawa, bentuk pencairan dana atau investasi tersebut dilakukan dalam bentuk transfer dimana di transfer dari Direktur Keuangan PT Askrindo Rene Setiawan kepada PT Supra Surya Asset Investment. "Terkait analisa surat penawaran ini, saya tidak mendapatkan fee apapun dalam KPD ini," ucapnya

Dalam penempatan dana ini, Dia mengaku bahwa tidak ada jaminan dari PT Supra Surya Aset Investment, begitupula dalam laporan analisa tidak ditempatkan jaminan dalam pemberian investasi ini. Dia juga menjelaskan bahwa dia menerima memo dari Direktur Keuangan PT Askrindo Zulfan Lubis dimana dalam memo itu, meminta untuk menganalisa surat penawaran kemudian hal ini berpeluang untuk penempatan dana. "Saya hanya menjalankan perintah ataupun instruksi oleh atasan untuk menganalisa dalam penempatan dana," pungkasnya. **mohar

BERITA TERKAIT

RI Untung Besar Jadi Tuan Rumah Annual Meetings IMF-WBG

  Oleh: Norah C, Pemerhati Sosial Ekonomi             Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pada event internasionalAnnual Meetings International Monetary Fund–…

BUVA Tambah Modal Rp 20 Miliar Ke DMS

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyatakan telah memberi tambahan dana pinjaman kepada PT Dialog Mitra Sukses (DMS) sebesar Rp20…

Sekprov Jabar Siapkan Langkah Terkait ASN Korupsi

Sekprov Jabar Siapkan Langkah Terkait ASN Korupsi NERACA Bandung - Sekretaris Provinsi (Sekprov) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan sudah melakukan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sompo Insurance Permudah Proses Klaim Asuransi Kendaraan

  NERACA   Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali menyuguhkan hasil inovasi layanan klaim Pelanggan melalui peresmian…

10 Poin Hasil Pleno Development Committe IMF-World Bank

      NERACA   Bali - Development Committee (DC), perkumpulan menteri dan pejabat sektor keuangan seluruh dunia, melakukan pertemuan…

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…