Gaikindo Optimis Realisasikan Penjualan 1 Juta Mobil di 2012 - Kendati Terbelit Sejumlah Masalah

NERACA

Jakarta - Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengungkapkan, penjualan mobil di dalam negeri hingga akhir tahun berpeluang mencapai 1 juta unit kendati berbagai masalah seperti pemberlakuan kebijakan kenaikan uang muka minimum sebesar 30%.

“Penjualan mobil pada semester I tahun ini mencapai 534.876 unit, di atas 50% dari total pencapaian target pada tahun ini. Besarnya penjualan pada semester I tidak lepas dari kontribusi penjualan bulan Juni yang pada pertengahan bulan telah diberlakukan kebijakan kenaikan uang muka minimum dari 10% menjadi 30%,” kata Jongkie di Jakarta, Senin (9/7).

Jongkie menuturkan, total penjualan yang dibukukan seluruh agen pemegang merek (APM) pada Juni mencapai 101.639 unit, naik 6,43% dibandingkan dengan penjualan pada Mei sebesar 95.499 unit. “Realisasi penjualan pada bulan lalu menjadi rekor terbesar sepanjang sejarah penjualan bulanan mobil di dalam negeri. Pencapaian penjualan pada bulan Juni sangat bagus, jika kondisinya seperti ini, target 1 juta unit bisa tercapai,” paparnya.

Di atas kertas, APM tinggal menargetkan penjualan sebesar 465.124 unit, atau 77.521 unit per bulan pada periode Juli sampai dengan Desember. “Dengan mencermati kondisi pada semester I, penjualan mobil sempat mencapai 76.406 unit pada Januari. Setelah itu, penjualan mobil melenggang di atas 86.000 unit per bulan,” ujarnya.

Jongkie menambahkan, permasalahan di industri otomotif nasional seperti kenaikan uang muka merupakan tantangan yang harus dihadapi APM. “Kenaikan uang muka sebesar 30% adalah satu masalah di industri otomotif nasional, namun APM mempunyai strategi untuk meningkatkan penjualan,” tegasnya.

Revisi Target

Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi merevisi target penjualan mobil selama 2012 yang kemungkinan besar menurun akibat penerapan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 30%.

"Kenaikan uang muka kendaraan bermotor dari 15 persen menjadi 30 % pada Juni 2012 akan menurunkan target penjualan mobil dari 940.000 unit menjadi 875.000 unit. Untuk semester I-2012, penjualan akan lebih banyak dibandingkan semester II-2012," kata dia.

Menurut Sudirman, selama semester I-2012 penjualan mobil diperkirakan mencapai 500.000 unit. "Semester I penjualan lebih besar daripada semester II yang mencapai 375.000 unit. Namun, Gaikindo berharap ada peningkatan penjualan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) dari 20-30 September 2012," paparnya.

Sementara itu, Ketua III Gaikindo Johnny Darmawan mengatakan, pelaku usaha di sektor otomotif meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang menaikkan investasi industri manufaktur. "Jika uang muka dinaikkan, pasar mobil di Indonesia akan mengalami penurunan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap minat investasi di sektor otomotif," katanya.

Johnny menambahkan, jika investor mengalihkan investasinya ke negara lain, pasar mobil sebesar 1 juta unit per tahun baru bisa tercapai dua tahun lagi. "Prinsipal akan mempertimbangkan pembangunan pabriknya di Indonesia karena pasar mobil di Indonesia semakin anjlok dan penjualan 1 juta unit baru bisa tercapai pada 2014," tuturnya.

BERITA TERKAIT

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai - Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Penanaman Modal di Sektor Riil - Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Mencari Alternatif Langkah Penyelamatan Perusahaan Negara

NERACA Jakarta - Rencana pemerintah membentuk induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendapat kritik dari sejumlah akademisi…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Gencarkan Implementasi Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) kembali menggelar Workshop e-Smart IKM…