Targetkan 1,7 Juta Pelanggan, MNC Sky Vision Tambah 12 Chanel Baru

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta – Perusahaan bisnis televisi berbayar yang baru saja resmi mencatatkan sahamnya di bursa, PT MNC Skyvision Tbk (MSKY) menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan 40% menjadi 1,7 juta pelanggan di tahun 2012 dari sebelumnya tahun 2011 sebanyak 1,16 juta pelanggan.

Direktur Utama MSKY Rudy Tanoesoedibjo mengatakan, pihaknya brencana menambah penambahan 5-12 channel baru di tahun ini guna mendongkrak target pelanggan. Nantinya chanel baru tersebut akan merambah segmen untuk pendidikan dan anak-anak. "Sudah ada 4 channel di semester pertama tahun ini dan untuk semester kedua sudah ada sekitar 5-8 channel baru yang akan didatangkan," katanya di Jakarta, Senin (9/7).

Sejalan dengan itu, MSKY menargetkan laba sebelum pajak (ebitda) mencapai Rp 1 trilliun pada akhir tahun ini. Atau naik sekitar 37% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 728 miliar. Selain itu, pendapatan juga diperkirakan tumbuh mencapai Rp 2,36 trilliun pada tahun ini, dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 1,7 triliun.

Direktur Keuangan MSKY Effendi Budiman menambahkan, bahwa untuk mendukung target itu, Perseroan juga berencana untuk melakukan penambahan cabang baru sebanyak 22 cabang menjadi 80 cabang di akhir tahun ini. "Tahun ini kita akan menambah 22 cabang dari saat ini sudah ada 58 cabang," katanya.

Penambahan cabang tersebut akan menggunakan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang sebesar sebesar Rp 875 miliar pada tahun ini. Selain itu capex tersebut akan dipergunakan untuk pembelian decoder yang harganya senilai US$40 per item.

Lunasi Utang

MSKY akan segera melunasi utang sekitar Rp 220 miliar masing-masing kepada PT Global Mediacom Tbk dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Kami akan segera lunasi utang sekitar Rp 170 miliar kepada pemegang saham pengendali yaitu PT Global Mediacom Tbk dan Rp 50 miliar kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan bunga sekitar 8%-10%," tutur Effendi

Pelunasan utang tersebut akan berasal dari hasil penawaran umum saham perdana MSKY. Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya memiliki global bond senilai US$165 juta. Global bond tersebut akan jatuh tempo pada akhir kuartal keempat 2015. Namun Effendi belum dapat menjelaskan lebih detil untuk pembayaran global bond tersebut. "Kami akan menggunakan dana internal untuk melunasi global bond yang jatuh tempo tersebut," ujarnya.

Harga saham MSKY langsung melesat ke level Rp 1.600 per saham saat listing pertama kali di BEI Senin pagi kemarin. Saham MSKY di buka naik 5,26% dengan volume perdagangan 42 ribu lot dan nilai transaksi sebesar Rp 27 miliar. Sementara harga tertinggi Rp 1.800 per saham dan terndah Rp 1.520 dengan frekuensi perdagangaan sebanyak sebanyak 756.

Penyerapan Saham

Sebagian besar saham perdana MSKY diserap oleh investor institusi luar negeri. Dikatakan Komisaris Utama MNC Skyvision Hary Tanoesoedibjo, sekitar 90% saham perdana MNC Skyvision diserap oleh investor asing."Sekitar 90% saham IPO diambil investor asing, dengan porsi saham IPO yang diambil Saban Capital 17% dan Creador 13%," jelasnya.

Saban Capital Group Inc merupakan perusahaan private investment yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Perusahaan yang didirikan oleh Haim Saban tersebut memiliki jaringan media internasional.

Adapun Creador Sdn Bhd merupakan perusahaan private equity yang berbasis di Malaysia. Perusahaan tersebut banyak melakukan investasi jangka panjang di Indonesia, India, dan Malaysia.

Seperti diketahui, MSKY menawarkan saham sebanyak 1.412.776.000 lembar dengan harga nominal Rp100 dan harga penawaran Rp 1.520 per lembar. Saham ini akan masuk ke papan utama sektor Trade, Services & Investment. Di masa penawaran dari tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2012, terjadi kelebihan penawaran menjadi US$ 520 juta atau Rp 4,7 triliun dari nilai yang ditawarkan sebelumnya US$ 228 juta atau setara dengan Rp 2 triliun.

Dana hasil IPO perseroan sekitar 70% akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) antara lain, membeli peralatan penyiaran seperti dekoder dan antena. Kemudian, Sebanyak 20% untuk melunasi pinjaman dan sisanya 10% sisanya untuk modal kerja perusahaan.

Perseroan didirikan pada 8 Agustus 1988, dan memulai layanan TV satelit pada tahun 1994 melalui merk Indovision memiliki pangsa pasar sekitar 70%. Perseroan merupakan anak usaha dari PT Global Mediacom Tbk. Hingga kini perseroan memiliki tiga merek televisi berbayar, yaitu Indovision, Top TV dan Okevision.

Asal tahu saja, Indovision tercatat memiliki pangsa pasar hingga 45% di tengah kompetisi yang makin ketat, kemudian Top TV yang menyasar segmen menengah ke bawah memiliki pangsa pasar hingga 20,5%, sedangkan Okevision memiliki pangsa pasar 4,5%. (didi)