Dihatui Sentimen Negatif, IHSG Bergerak Terbatas

NERACA

Jakarta – Diluar perkiraan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ditutup terkoreksi 70,152 poin (1,73%) ke level 3.985,045. Sementara Indeks LQ45 ambruk 13,987 poin (2,02%) ke level 680,548.

Aksi ambil untung di saham-saham unggulan menghambat pergerakan indeks BEI. Hampir setengah triliun rupiah dana asing keluar dari lantai bursa. Saham-saham unggulan berbasis tambang dan properti memimpin koreksi di pasar modal.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, pelemahan bursa saham global menjadi sentimen negatif bagi indeks BEI, “Pelemahan bursa saham global dipicu dari data AS yang menunjukkan hasil negatif seperti tenaga kerja yang dinilai kurang baik, sehingga kondisi itu menunjukkan ekonomi di AS melambat," katanya di Jakarta, Senin (9/7)

Sementara dari Eropa, dia mengatakan, negara-negara kawasan Euro kembali terancam pemangkasan peringkat investasi seiring dengan belum adanya kepastian penanganan krisis utang di Eropa.

Menurutnya, belum adanya perubahan signifikan terhadap penanganan krisis Eropa membuat pelaku pasar mengamankan asetnya setelah pada pekan lalu bursa saham sempat meningkat. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat.

Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 457,07 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 86.013 kali pada volume 5,324 juta lot saham senilai Rp 4,139 triliun. Sebanyak 48 saham naik, sisanya 213 saham turun, dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 30.000 ke Rp 182.000, Sucacco (SCCO) naik Rp 550 ke Rp 5.050, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 8.300, dan Jembo Cable (JECC) naik Rp 175 ke Rp 2.225.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.400 ke Rp 60.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 22.050, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 ke Rp 15.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 23.650.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG jatuh 56,091 poin (1,39%) ke level 3.999,106. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,458 poin (1,65%) ke level 683,077. Posisi IHSG juga sudah cukup tinggi dan masuk area jenuh beli akibat menguat dalam dua pekan terakhir. Investor asing mulai mengambil untung atas investasinya sejak beberapa perdagangan terakhir.

Seluruh indeks sektoral juga kompak berjatuhan ke teritori negatif. Rata-rata koreksinya cukup hebat, lebih dari satu persen, sedangkan paling dalam adalah sektor aneka industri, terkoreksi lebih dari dua persen.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 44.284 kali pada volume 2,951 juta lot saham senilai Rp 2,318 triliun. Sebanyak 38 saham naik, sisanya 197 saham turun, dan 62 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Taisho (SQBI) naik Rp 28.000 ke Rp 180.000, Surya Citra (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 10.200, Jembo Cable (JECC) naik Rp 150 ke Rp 2.200, dan waran Royal Oak (RODA-W) naik Rp 75 ke Rp 275.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 60.150, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 ke Rp 49.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 22.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun RP 15.650.

Sementara pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 19,87 poin atau 0,49% ke posisi 4.035,33, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 5,08 poin (0,73%) ke level 689,45, “Bursa Asia termasuk IHSG BEI dibuka melemah sekitar satu persen, hal itu dipicu dari data 'payroll' AS yang mengecewakan dan koreksi harga komoditas di akhir pekan lalu," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, sentimen negatif juga datang dari rilis data "machinery orders" Jepang di bulan Mei yang turun 14,8% dibanding periode sama tahun lalu yang lebih rendah dari estimasi. Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan mengatakan, secara teknikal indeks BEI Senin bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah, pada kisaran 4.025-4.075 poin. "Beberapa data ekonomi seperti data tingkat pengangguran AS di bawah ekspektasi memberikan sentimen terhadap indeks," ujarnya

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 97,57 poin (0,49%) ke level 19.703,07, indeks Nikkei-225 turun 43,93 poin (0,84%) ke level 8.944,94 dan Straits Times melemah 25,16 poin (0,84%) ke level 2.953,60. (bani)

Related posts