RI-Republik Ceko Garap Kerjasama di Sektor Barang Modal

Perkuat Industri Manufaktur

Selasa, 10/07/2012

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian menegaskan untuk meningkatkan kinerja industri manufaktur, maka kerjamasa dengan Republik Ceko akan difokuskan pada barang modal. “Penjajakan kerjasama antara Indonesia dengan Republik Ceko, akan difokuskan di sektor barang modal (capital goods), pasalnya barang modal sangat bermanfaat untuk meningkatkan industri manufaktur khususnya tekstil,” ungkap Menteri Perindustrian, MS Hidayat di Jakarta, Senin(9/7).

Lebih jauh lagi Hidayat mengungkapkan Kemenperin akan serius menjajaki kerja sama di sektor manufaktur tekstil. Soalnya, sebagian besar jumlah mesin tekstil di Indonesia sudah membutuhkan revitalisasi. “Karena 600 dari 1.300 pabrik tekstil di Indonesia memiliki mesin yang sudah beroperasi lebih dari 25 tahun,” ujarnya.

Menurut mantan ketua Kadin ini, salah satu kerja sama yang akan dilakukan adalah di sektor manufaktur tekstil. Kerja sama di bidang manufaktur tekstil dengan Republik Ceko akan sangat menguntungkan industri tekstil dalam negeri yang sudah sering mengekspor tekstil ke negara tersebut “Dan mereka sudah sejak dulu menyuplai kebutuhan teknologi tekstil (ke berbagai negara),” katanya.

Republik Ceko, ungkap Hidayat, merupakan salah negara yang perkembangan industrinya cukup baik. Karena itu, kerja sama ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke luar negeri, khususnya ke Eropa. “Apalagi mereka sudah menawarkan diri untuk meningkatkan ekspor ke sana,” ungkapnya.

Sebenarnya rencana revitalisasi mesin tekstil itu sudah dilakukan ke beberapa negara. Salah satunya adalah Taiwan. Meskipun begitu, Hidayat menyatakan belum mengetahui secara pasti hasil penjajakan dengan Taiwan tersebut. “Jadi kerja sama dengan Republik Ceko ini harus dimanfaatkan. Karena kalau tidak, alternatifnya adalah mendatangkan mesin dari Cina. Kan, susah kalau kita mendatangkan mesin dari negara kompetitor,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hidayat juga menuturkanakan mendorong investor dari Republik Ceko untuk membangun pabrik di Tanah Air karena selama ini negara tersebut belum pernah satu pun membangun pabrik di dalam negeri.

Menurut dia, investor dari negara tersebut sedang menjajaki kerja sama dengan merealisasikan pembangunan pabrik di Indonesia. Indonesia dijadikan sebagai pasar potensial negara tersebut karena dianggap memiliki sejumlah potensi bisnis. Pembangunan pabrik tersebut, tegas Hidayat, diharapkan bisa mendongkrak kinerja ekspor Indonesia ke sejumlah negara di dunia.

Di tempat yang sama, Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus menuturkan sejumlah investor dari negaranya telah berbicara kepadanya untuk menyatakan minat berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, sektor industri tersebut dinilai mampu direalisasikan pengusaha asal negara pecahan Cekoslovakia tersebut. "Kami tidak mau sebatas cooperation (kerja sama) saja, melainkan to the business (langsung ke tingkat bisnisnya)," ujarnya.

Meskipun demikian, dia belum mau mengungkapkan kisaran nilai investasi yang telah disiapkan investor dari negaranya. Dia berharap langkah tersebut bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat ini, yakni pada tahun ini atau tahun depan.