Investasi Industri Asuransi Tumbuh 28%

NERACA

Jakarta—Pertumbuhan industri asuransi hingga kuartal I-2012 mencapai sekitar 28%. Bahkan nilai investasi perusahaan asuransi jiwa nasional mencapai Rp207,9 triliun, terjadi kenaikan dari periode yang sama pada 2011 yang hanya senilai Rp162,4 triliun.

Menurut Ketua Bidang Operasional dan Administrasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Eddy K.A Berutu, industri asuransi jiwa terus mencatat hasil positif kendati kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat terus bergejolak. "Di tengah kondisi krisis yang melanda wilayah Eropa dan Amerika Serikat, perusahaan asuransi jiwa nasional tidak menyurutkan rencana investasi mereka," ujarnya

Lebih jauh Eddy menambahkan dari total investasi yang disalurkan ini sekitar 76,2 % ditempatkan pada instrumen pasar modal seperti saham, obligasi, Surat Utang Negara (SUN) dan reksa dana. "Ada optimisme tersendiri pada industri asuransi jiwa nasional kendati pasar global masih terus bergejolak," terangnya

Hal ini terlihat dari hasil investasi pada kuartal I-2012 yang tumbuh hingga 596,2 % atau mencapai Rp8,3 triliun jika dibandingkan periode sama kuartal I 2011 tahun lalu sebesar Rp1,2 triliun.

Adapun investasi yang disalurkan industri asuransi jiwa nasional hingga kuartal I-2012 sebesar Rp94,45 triliun ke efek-efek seperti saham obligasi dan lain-lain, pada reksa dana Rp64 triliun, ke deposito senilai Rp32,87 triliun, ke surat pengakuan utang lebih dari satu tahun sebesar Rp7,54 triliun, ke pinjaman polis sebesar Rp2,21 triliun dan ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) senilai Rp1,89 triliun serta sisanya ke penyertaan langsung dan lain-lain.

Sementara dari sisi aset, lanjut Eddy, aset industri asuransi jiwa mengalami peningkatan pada kuartal I-2012 yakni mencapai Rp241,9 triliun, atau meningkat sebesar 28,7 % dibandingkan periode yang sama 2011 senilai Rp188 triliun. Begitu pula cadangan teknis yang mengalami peningkatan 19,3 % menjadi Rp189,8 triliun dari periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp159,1 triliun.

Sementara itu, Direktur eksekutif AAJI, Benny Waworuntu mengungkapkan ada peningkatan agen asuransi jiwa pada industri asuransi jiwa yang sudah tersertifikasi pertumbuhannya sangat signifikan. "Ke depan kami tentu akan terus meningkatkan jumlah agen yang telah berlisensi, sesuai dengan target AAJI memiliki 500 ribu agen berlisensi pada 2014," tegasnya

AAJI mencatat total agen telah berlisensi sampai dengan akhir Desember 2011 sebanyak 258 ribu agen. "Jumlah agen asuransi jiwa yang telah berlisensi hingga 31 Maret 2012, sebanyak 275 ribu agen. Ada pertumbuhan agen yang sangat signifikan sepanjang 2011 hingga awal tahun ini," tukasnya

Benny menambahkan, ada peningkatan agen sebesar 41,5 % dari kuartal I-2011 sebesar 194 ribu agen. Dia menambahkan, AAJI kini telah memiliki fasilitas sertifikasi yang sangat mumpuni dan bisa dimanfaaatkan oleh seluruh anggota. "Semakin banyaknya kerjasama industri asuransi jiwa dengan sektor perbankan dalam memasarkan asuransi juga berpengaruh pada presentase distribusi premi," katanya.

Sebagai informasi, tercatat pada total pendapatan premi kuartal I-2012 sebesar Rp24,3 triliun, jalur distribusi melalui bancassurance mencapai Rp9,2 triliun, jumlah yang terus menyaingi sumbangan premi agency yang sebesar Rp10,2 triliun. Sementara sisanya dari jalur distribusi lainnya yang mencapai Rp4,9 triliun. **lia

Related posts