P3DN Pilar Kemandirian Ekonomi

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Kebijakan Industri dan Perdagangan

Telah lama pemerintah mencanangkan kembali progam peningkatan penggunaan produk dalam negeri yang secara resmi ditandai dengan terbitnya Inpres No. 2 Tahun 2009. Upayanya sendiri sesungguhnya bukan berarti baru dimulai pada 2009, tapi jauh lebih dari itu, puluhan tahun lamanya. Persepsi dan misi yang hendak dilakukan bukan hanya sekedar menyangkut persoalan produksi, jual dan beli. Bukan pula hanya sekedar progam optimalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Persepsi dan misi yang dibangun adalah agar sumber daya ekonomi di dalam negeri dapat menjadi faktor penting untuk membangun perekonomian nasional yang memiliki kemandirian dan berdaya saing baik di pasar domestik maupun ekspor. Sumber daya ekonomi dimaksud adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, iptek, sumber daya finansial, semangat kewirausahaan dan pasar.

Meski progam peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) tekanannya pada produk, seyogianya pengertian "produk" harus bisa difahami dalam perspektif yang lebih luas seperti yang dikehendaki oleh pengertian yang dikemukakan tersebut. Pemahaman yang seperti itu pendekatannya lebih komprehensif dan konteksnya lebih pas dengan semangat konstitusi sebagaimana dimaksud dalam pembukaan dan pasal 33 UUD 1945.

Di sisi yang lain, pada era globalisasi dewasa ini sistem ekonomi global orientasinya telah bergeser dari yang semula berbasis persediaan menjadi berbasis permintaan. Logika pasar menjadi faktor yang juga perlu menjadi perhatian karena realitasnya memang sudah seperti itu fenomenanya. Tidak perlu dipertentangkan secara diametral antara logika kemandirian dengan logika pasar karena keduanya kita butuhkan.

Sikap yang patut kita pertimbangkan adalah bukan yang bersifat emosional dan sentimentil tapi lebih baik rasional yang dibangun dengan nalar yang sehat dan tetap mengedepankan persoalan kepentingan nasional, kedaulatan negara dan kedaulatan ekonomi agar dalam jangka panjang kemandirian ekonomi dapat kita raih.

Tugas dan tanggung jawab pemerintah yang paling utama adalah menciptakan lingkungan yang kondusif agar progam P3DN sebagai pilar kemandirian ekonomi bangsa terwujud dan dirasakan manfaatnya oleh kita semua, baik pemerintah, dunia bisnis maupun masyarakat sebagai konsumen pengguna atas karya-karya terbaik yang dihasilkan oleh anak bangsa.

Yang juga harus dapat dipahami adalah ketika kemandirian dan daya saing bangsa mulai dapat kita rasakan dan kita saksikan dg kasat mata, maka secara rasional dan nalar yang sehat yang senantiasa akan terjadi adalah surplus ekonomi dan bukan sebaliknya defisit ekonomi. Dalam konteks yang demikian maka misi utama P3DN sebagai pilar kemandirian ekonomi bangsa bukan serta merta menghilangkan impor (zero impor), tapi lebih berorientasi bagaimana kita dapat memanajemeni impor dengan efisien dan efektif.

Apapun kondisinya untuk memenuhi kebutuhan tertentu di masyarakat, di industri dan di sektor-sektor ekonomi lainnya, impor tetap diperlukan. Sekarang ini kita rentan dari berbagai pengaruh internal dan eksternal sehingga potensi untuk terjadinya defisit ekonomi sangat terbuka. Artinya secara makro dan mikro ekonomi kita belum berhasil membangun efisensi dan produktivitas perekonomian nasional.

BERITA TERKAIT

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Lewat Tenun Alam

Jauh dari sang suami yang merantau ke negeri orang, tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi seorang ibu bagaimana menafkahi sang anak…

Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

Presiden: Pangkas Regulasi yang Hambat Inovasi! - IMF-BANK DUNIA PUJI EKONOMI INDONESIA

Bali-Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya perkembangan teknologi demi masa depan yang lebih baik. Untuk itu, Presiden akan memberikan regulasi yang lebih…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

Minim Ruang Proteksionisme

  Oleh: Nisfi Mubarokah Peneliti Internship INDEF Tidak banyak ruang tersisa bagi proteksionisme di era globalisme ini. Di dunia yang…

Dinamika Ekonomi dan Efek Domino

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kalau kita cermati perkembangan yang terjadi di berbagai belahan dunia dewasa ini,…